BeritaKaltim.Co

Dua Wanita dari Balikpapan Berprestasi di Kancah Nasional dan Internasional

BERITAKALTIM.CO- Kodim 0905/Balikpapan memberikan apresiasi penghargaan kepada dua orang wanita yang berprestasi dikancah internasional dan nasional.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Dayang Suriani yang berprofesi sebagai guru SMA Negeri 1 Balikpapan yang telah memenangkan juara film for peace learned in lockdown film festival 2020 di Irlandia dan kepada Go Nadine Audelia, siswi SMP Negeri 1 Balikpapan yang meraih medali perunggu bidang lomba ilmu pengetahuan sosial pada Kompetisi Siswa Nasional (KSN) jenjang SMP tingkat Nasional.

“Tentu prestasi internasional yang diraih ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan bisa menjadi contoh kita semua,” ujar Dandim 0905/Balikpapan I Gusti Putu Agung di Makodim 0905/Balikpapan, Jumat (5/1/2021)

“Sebagai warga Balikpapan turut merasakan kebanggaan dan kebahagiaan yang luar biasa, sehingga kami mengundang beliau memberikan apresiasi atas prestasi yang sudah dicapai,” ucapnya di depan awak media beritakaltim.co.

Ia juga sudah menyampaikan, arti bela negara bukan hanya harus jadi tentara dan mengangkat senjata, tetapi bela negara itu bagaimana bisa mencintai bangsa negara, serta bagaimana mencintai tanah air ini. Kemudian bagaimana bisa berkarya sesuai dengan bidang.

“Tentu Bu Dayang dengan prestasi internasional itu sudah menunjukkan karya terbaiknya dan tentu membawa nama bangsa kami, sehingga kami turut bangga, maka itu bentuk rasa cinta dan nasionalisme kepada bangsa ini,” jelasnya.

Begitu juga dengan Nadien, prestasi yang diraih berkarya sebagai siswa yang bisa dilakukan dengan belajar yang baik, sehingga bisa berprestasi itu sudah bentuk bela negara.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat Balikpapan, apalagi di tengah pandemi seperti ini bisa bersama-sama tingkatkan prestasi suatu bela negara.

“Ini merupakan betul bela negara yang nyata, karena bela negara tidak harus angkat senjata melalui jalur militer, raih prestasi setinggi-tingginya berkarya terus sebagai wujud nasionalisme kami, rasa bangga dan cinta kepada tanah air,” ucapnya.

Sementara itu, Dayang Suriani ketika dijumpai menceritakan jika film pendidikan yang ditujukan kepada semua guru di dunia diikuti sebagian besar dari Eropa, walaupun ada juga yang berasal dari Asia. Lomba yang dipersiapkan hanya tiga hari ini harus bisa menyampaikan pesan perdamaian dalam pembelajaran di era lockdown.

“Yang terpenting dalam lomba internasional itu kunci harus fokus dengan tema dan konten yang disampaikan sesuai dengan topik yang diusung,” ungkap Dayang yang tak menyangka memenangkan lomba tersebut.

Dayang yang selalu mengikuti lomba dan bukan kali pertama memenangkan lomba internasional ini tidak menyangka, apabila memenangkan lomba ini.

Alhamdulillah , saya tidak menyangka memenangkan lomba ini. Apakah saya mimpi,” ujarnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.