BeritaKaltim.Co

Tembok Pembatas Hotel Grand Mutiara Nyaris Rubuh, Komisi III Panggil Pihak Terkait

BERITAKALTIM.CO– Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina menyampaikan, terkait longsornya tanah di belakang Hotel Grand Mutiara (Eks. Oak Three). Walaupun masih adanya tembok pembatas dengan kawasan wisata Lembah Permai, namun muncul kekuatiran masih ada pergeseran tanah.

“Akan kami tindak lanjuti di Rapat Dengar Pendapat (RDP). Solusinya seperti apa. Semoga ada anggaran diperubahan,” sebutnya.

Kata dia, sejatinya dinding pembatas dua kawasan (Hotel Grand Mutiara dengan Lembah Permai) tersebut cukup kokoh, namun karena adanya dorongan dari beban pohon dan bambu yang ada di sekitar sehingga terjadilah pergeseran dan mendorong tembok pembatas sampai miring.

“Rencananya nanti akan dipancang agar tidak roboh kesini (halaman Lembah Permai),” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kota (PUPK) Bontang, Tavip menyampaikan, solusinya saat ini sudah ada gambaran. Nantinya pohon besar yang ada tersebut akan dibersihkan dahulu sehingga tidak memberatkan beban dari tembok pembatas.

Ia tidak bisa memastikan adanya pohon tersebut apakah dulunya memang ditanam dari kecil atau hanya tumbuh secara lliar. Dan karena minimnya perawatan sehingga tumbuh liar.

“Nanti akan dibersihkan dulu pohon-pohonnya baru temboknya kami lubangi sehingga menjadi wadah air mengalir ketika terjadi hujan. Biar tidak penuh,” beberya.

Ia memperkirakan besaran biaya untuk pengerjaan tersebut, tidak akan menelan biaya yang besar. Kemungkinan biaya yang dibutuhkan hanya sebesar Rp 200 juta paling besar. Ia pun akan melakukan pertemuan dengan pihak hotel terlebih dahulu. Apakah pembiayaan tersebut nantinya dibantu pemerintah setengahnya atau 100 persen dari pihak hotel.

“Paling Penunjukan Langsung (PL). Biaya pailing hanya Rp 100 sampai 200 juta saja. Kami akan koordinasi dengan pihak hotel juga nantinya,” pungkasnya. #

Wartawan: Nur/ADV

Comments are closed.