BeritaKaltim.Co

Kasus Harian Covid-19 Balikpapan Turun Drastis

BERITAKALTIM.CO- Kasus harian positif Covid-19 di Kota Balikpapan turun drastis. Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan menyampaikan penambahan 33 kasus positif baru di halaman Pemkot Balikpapan, Senin (8/3/2021).

Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty yang juga masih terkaget dengan keajaiban hari ini.

Alhamdulillah secara keseluruhan ada penurunan kasus di Kota Balikpapan pada hari ini, hanya 33 kasus positif,” kata Andi Sri Juliarty saat pers rilis update kasus di Pemkot Balikpapan.

Wanita yang akrab disapa Dio itu sempat kaget dengan perkembangan kasus tersebut. Sebab biasanya kasus positif baru di angka 70 hingga ratusan per harinya.

Karena terkejut dengan penurunan drastis ini Dio bahkan sempat meminta tim surveillance yang mengolahan data Covid-19 untuk memeriksa berkali-kali data hari ini.

“Saya juga kaget apakah benar hanya 33. Coba cek lagi, ini saya tanya ulang-ulang tadi ke tim surveillance. Saya tadi sempat menunda dan menyuruh untuk mengecek lagi. Bahkan hanya 14 yang tersimpan. Artinya belum bisa terkonfirmasi, biasanya yang tersimpan ada puluhan sampai ratusan,” ujarnya.

Dari 33 kasus yang terkonfirmasi positif ada 17 kasus riwayat bergejala, 3 kasus yang riwayat kontak di tempat kerja, 9 kasus riwayat perluasan tracing, dan 4 kasus orang tanpa gejala (OTG).

Selain itu ada 93 kasus yang selesai dirawat dan diisolasi, yaitu ada 1 pasien yang selesai dari isolasi kantor, 16 pasien dari Rumah Sakit Kanujoso, 6 pasien dari RS Pertamina Balikpapan, dan 70 pasien yang selesai isolasi mandiri.

Lalu ada penambahan kasus positif meninggal dunia, 1 kasus laki-laki BPN 1345 di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, dan 1 kasus perempuan BPN 13944 warga Balikpapan yang meninggal di Samarinda.

Sementara itu masih ada 14 spesimen yang masih tersimpan yang belum bisa dikonfirmasi hasilnya, namun ini menunjukkan, penurunan juga karena biasanya yang tersimpan mencapai puluhan bahkan ratusan spesimen.

Turunnya kasus ini, lanjut Dio, salah satu penyebabnya efek dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Salah satunya itu. Kalau kita lihat ada hubungan atau korelasinya dengan PPKM Mikro yang sudah hilang zona orangenya,” tungkasnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.