BeritaKaltim.Co

Fitri Maisyaroh Sosialisasi Perda Bersama Komunitas Sahabat Muda Tuli Balikpapan

BERITAKALTIM.CO- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim dapil Balikpapan dari fraksi PKS Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Fitri Maisyaroh melakukan Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, di Ballroom Hotel Zurich Balikpapan Selatan, Sabtu (26/06/2021).

Sosialisasi Perda kali ini turut mengundang narasumber Guru SLB Negeri Balikpapan Ade Putri Sarwendah, juru bahasa isyarat Sri Mulyani dan Komunitas Semut ( Sahabat Muda Tuli ) Balikpapan dengan moderator Sari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya Fitri Maisyaroh memaparkan bahwa selama ini kehidupan bermasyarakat dan bernegara penyandang disabilatas masih mengalami berbagai bentuk diskriminasi sehingga hak-haknya belum terpenuhi secara optimal.

Oleh sebab itu Fitri Maisyaroh mengatakan Perda Nomor 1 tahun 2018 ini dibuat untuk melindungi disabilitas dari penelantaran, eksploitasi, pelecehan dan segala tindakan diskriminatif serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Pada intinya penyandang disabilitas itu mempunyai hak yang sama seperti manusia normal lainya”ucapnya .

Dalam kesempatan ini Narasumber Ade Putri Sarwendah menyampaikan beberapa lingkup yang dicermati sering terlihat antara lain pengumuman aksesibilitas, kemudahan penyandang disabilitas mengakses segala yang berhubungan dengan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan.

“Contohnya mengakes jalan, teman aku hambatan fisik sulit mengakses tempat berundak-undak, harapannya di lingkungan membangun infrakstruktur yang ramah dengan disabilitas,” urainya kepada awak media.

Menurutnya, saat ini pemerintah sudah mengupayakan untuk fasilitas sarana dan prasana tetapi yang menjadi perhatian adalah perawatan.

“Kadang kadang jalanan itu digunakan untuk hal yang lain dan disalah gunakan,” katanya.

Ade juga menyampaikan, beberapa anak disabilitas terkendala kurangnya akses pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus sehingga saat ini sangat dibutuhkan . Jumlah SLB yang minim sementara prosentasse anak kebutuhan khusus semakin tahun meningkat.

“Semoga Pemerintah bisa menambah akses pendidikan khusus dan menambah pendidikan inklusif meski karena terbatasnya guru yang mengajar,” harapnya.

Anggota DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh mengutarakan, Ada 6 Perda yang kita sosialisasikan, salah satunya perda tentang hak dan perlindungan terhadap disabilitas. Ini merupakan sosialisasi kedua untuk Perda tentang hak dan perlindungan terhadap Disabilitas, kedepannya akan mengundang disabilitas fisik sehingga bisa terjadi pemerataan.

” Teman-teman disabilitas paham perda ini dan masyarakat umum juga paham. Sehingga gayung bersambut, ” urainya seusai Sosper di Ballroom Hotel Zurich.

Menurutnya, berbicara tentang hak Disabilitas sebenarnya tidak ada permasalahan. Semuanya sudah ada pada visi Pemprov Kaltim berdaulat. Dan salah satu misinya pemberdayaan itu terjadi pada perempuan, Pemuda dan penyandang disabilitas tetapi penerapannya masih ada saran dan kritik penyandang disabilitas yang perlu diakomodir oleh pemerintah, sehingga kita perlu mengingatkan pemerintah untuk menyesuaikan kembali dan merealisasikan apa yang menjadi janji dalam visi misi Kaltim Berdaulat

“Kita lihat bersama ternyata masukan-masukan dari para penyandang disabilitas sendiri masih perlu banyak diakomodir oleh pemerintah sehingga kita perlu mengingatkan pemerintah untuk menyesuaikan kembali dan merealisasikan apa yang menjadi janji dalam visi misi Kaltim Berdaulat,” jelasnya.

Perda ini tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak ada Pergub yang merupakan juklak dan juklis dari perda tersebut karena konkritnya telah ada undang-undang tentang tentang hak dan perlindungan terhadap disabilitas dalam undang-undang Nomor 8 2016 dan menjadi Perda Nomor 1 Tahun 2018.

” Ayo segera kita sama sama meminta Gubernur dan jajarannya turunkanlah ini menjadi Pergub sehingga mudah teknisnya, agar teman disabilitas yang banyak menyampaikan keluhan akan clear dan selesai dengan permasalah ini,” tutupnya. #

 

Wartawan: Thina

Comments are closed.