BeritaKaltim.Co

PTM Berpotensi Ditunda, Unmul Berharap Kuliah Hybrid

BERITAKALTIM.CO — Melaksanakan proses perkuliahan sesuai arahan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, potensi perkuliahan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Universitas Mulawarman (Unmul) berpotensi kembali tertunda.

Meningkat tajamnya angka terpapar COVID-19 di Kaltim menjadi penyebabnya. Kondisi yang juga terjadi diseantero negeri.

Padahal ada optimisme tinggi sebelumnya saat trend COVID-19 mulai menurun beberapa waktu lalu. Persiapan PTM sudah didepan mata. Tepatnya pada tahun ajaran baru 2021. Meski, kondisi itu dibolehkan untuk daerah yang terklasifikasi bukan zona merah atau hitam dari paparan virus mematikan itu.

Wargapun bersusah payah beradaptasi pada pola kebiasaan baru. diantaranya penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan bisa dilakukan pada tahun ajaran baru 2021 mendatang.

“Melihat kasus COVID-19 yang kembali mengalami peningkatan. Kami tetap mengikuti peraturan pemerintah. Saat ini kampus masih meberlakukan belajar secara online,” papar Rektor Unmul, Profesor Masjaya.

Menurutnya dengan kondisi saat ini, apalagi dengan diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Unmul harus manut pada aturan.

Keselamatan tentu saja menjadi prioritas utama. Ia tak menampik jika banyak mahasiswa yang sudah jengah dan bosan berada dirumah. Aktifitas perkuliahan normal, menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu.

“Kembali, aturan pemerintah harus ditaati,” katanya lagi.

Meski begitu menurut Masjaya ada pola yang bisa dilakukan pada perkuliahan tahun ajaran baru ini. Tentu saja menyesuaikan dengan protokol kesehatan dari pemerintah.

Pola itu, bisa dilakukan andai PTM benar dilakukan.

“Perkuliahan Hybrid,” sebutnya. Hybrid dimaksud adalah melangsungkan perkuliahan tatap muka untuk 50 persen dari jumlah mahasiswanya. Sisanya, dilakukan secara online.

Dengan begitu keramaian bisa diminimalisir. Kondisi perkuliahan pun bisa dikendalikan.

Tetapi kembali ia mengingatkan. Semuanya bergantung dari kebijakan pemerintah.

“Kalau diperbolehkan perkuliahan hybrid, kami laksanakan. Semua bergantung rekomendasi Satgas,” jelasnya. (*)

Comments are closed.