BeritaKaltim.Co

Pangdam VI Memahami Mengapa Wali Kota Samarinda Menolak PPKM

BERITAKALTIM.CO- Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto, mengaku gembira mendengar informasi yang disampaikan Wali Kota Samarinda. Dalam paparannya, wali kota menyampaikan alasan mengapa dia menolak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat.

“Mohon pak wali kota mempertahankan situasi ini sampai benar-benar covid ini tidak ada ruang lagi bisa menyerang warga,” kata Pangdam dalam pertemuan di Balaikota Samarinda. Pangdam ditemani oleh Kapolda Kaltim Irjenpol Drs. Herry Nahak M.Si, di ruang rapat utama Balaikota Samarinda, Selasa (13/7/2021).

Dari catatan Panglima Kodam, hanya berkisar dua bulanan terakhir, korban covid dan varian barunya di Pulau Jawa dan Bali mencapai 40.000 serangan setiap hari. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah RI memberlakukan aturan baru secara tanggap dan cepat yakni PPKM Darurat.

“Hal ini untuk mencegah dan me-rem laju perkembangan virus di mana-mana, dan ini real terjadi, fakta dan kenyataan di depan mata kita, sehingga kita harus bahu membahu untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan. Makanya kita sangat sedih jika masih ada saja pihak-pihak yang menganggap situasi ini main-main dan meremehkan, bahkan memprotes pemerintah RI. Padahal, kita semua berjuang untuk keselamatan umat manusia serta keselamatan bangsa dan negara,” terang Pangdam dalam pertemuan itu.

Dari kondisi lonjakan kasus orang terpapar covid-19 di Pulau Jawa dan Bali yang sangat tinggi itu, secara tiba-tiba pula warga Kaltim dikagetkan dengan lonjakan serupa. Sampai akhirnya pemerintah menetapkan PPKM darurat untu 4 kabupaten dan kota di Kaltim, yakni Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara dan Berau.

Menurut Pangdam, sebelum adanya serangan mendadak virus dalam dua minggu terakhir, jumlah laporan pasien covid se Kaltim hanya sekitar 50 hingga 100 per bulan. Namun saat ini khususnya untuk 3 wilayah tadi, jumlah pasien terpapar covid dan varian barunya mencapai 350 orang perhari. Dan angka yang sudah terserang hingga detik ini sudah mencapai 1.012 orang. Sedangkan khusus data trend Samarinda telah menyumbang sekitar 74 kasus serangan sejak PPKM diberlakukan di 3 wilayah Kaltim tadi.

“Tapi saya bersyukur sebab wali kota sudah melakukan langkah langkah penanganan terstruktur dari kota hingga kecamatan dan kelurahan se kota Samarinda,” ucap Pangdam.

Meski demikian, menurut laporan Wali Kota, kondisi sekarang masih ada trend kenaikan. Sehingga Wali Kota dan jajarannya harus berjuang keras untuk melengkapi fasilitas ICU, tenaga paramedis, fasilitas perawatan dan melakukan langkah preventif yang ketat di seluruh tingkatan agar keadaan yang masih terkendali ini jangan sampai akhirnya berlaku juga PPKM darurat.

Informasi ini sangat penting. Sebab trend peningkatan covid-19 di wilayah Kaltim, angka pasien yang harus masuk ICU sudah mencapai 112 orang dalam waktu satu bulan lebih. Sedangkan kematian akibat peningkatan itu lumayan tinggi, yaitu per bulan Juli tahun 2021 sampai sekarang sudah mencapai 17 orang korban kematian untuk 3 wilayah.

“Samarinda harus waspada meski daerah ini belum masuk dalam zona level 4 untuk pemberlakuan PPKM darurat,” ucap Pangdam.

Panglima juga bangga dan bergembira sebab Samarinda termasuk wilayah di Kaltim yang paling banyak melakukan vaksin. Pemberian vaksin harus menyeluruh ke setiap warga negara tanpa terkecuali.

Pangdam mengatakan, vaksin inilah yang membuat bangsa ini bisa bernapas lega. Sebab bisa meminimalis serangan covid terhadap seseorang. Dia mencontohkan dibeberapa negara maju di Eropa dan Amerika, negaranya kini sudah berani melepas masker karena seluruh warganya sudah tervaksin dan mereka yakin sudah kebal terhadap virus korona. Pangdam mengambil contoh pelaksanaan sepakbola Euro 2021 di mana penonton sudah melepas masker.

“Itu karena mereka sudah yakin bahwa dengan vaksin diri mereka sudah kebal dengan virus ini,” terangnya. #

Wartawan: M. Sakir

Comments are closed.