BeritaKaltim.Co

BAPPEDA Ikuti FGD II Pengelolaan dan Pemanfaatan Waduk Samboja

BERITAKALTIM.CO – BAPPEDA Kaltim mengikuti Forum Group Discussion (FGD) II yang membahas Identifikasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Waduk Samboja yang berlangsung online dan offline, Selasa (3/8/2021).
Waduk Samboja berada dalam Kawasan Lindung Tahura Bukit Soeharto, penggunaan lahan di sekitar waduk berupa semak belukar, pertambangan, dan permukiman. Sehingga, dalam pengelolaan dan pemanfaatannya diperlukan bentuk kerjasama yang tertuang dalam Permenhut No. P.85/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Kerjasama Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dan PermenLHK No. P.44/MENLHK/SETJEN/KUM1/6/2017 tentang Perubahan atas peraturan sebelumnya
“Tim Konsultan akan melakukan identifikasi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan Waduk Samboja dengan mengacu pada dokumen RTRWP, RTRW Kab. Kukar, serta rancangan RDTR & PZ Kecamatan Samboja,” beber Kepala Bappeda Kaltim HM Aswin.
Hasil FGD seterusnya, dikoordinasikan lebih lanjut ke Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup terkait kepemilikan lahan, izin pinjam pakai kawasan hutan, serta aktivitas disekitar Waduk Samboja.

Diketahui, pemanfaatan Waduk Samboja untuk pengolahan air bersih segera direalisasikan. PDAM Tirta Mahakam menyebut, rencananya penggunaan Waduk Samboja tersebut bakal melayani pelanggan PDAM hingga Kecamatan Muara Jawa.

Potensi wisata juga menjadi daya tarik waduk tersebut. Penggunaan waduk tersebut sebelumnya diinginkan Balikpapan sebelum adanya kejelasan terkait Waduk Teritip. Sedangkan saat ini, Waduk Samboja sudah masuk dalam rencana pengembangan infrastruktur PDAM untuk para pelanggan.

Sementara itu, pemanfaatan Waduk Samboja di Desa Karya Jaya itu dinilai akan memiliki imbas yang sangat besar, baik dari sisi perawatan waduk maupun pemanfaatannya. (adv)

Comments are closed.