BeritaKaltim.Co

Anggota DPRD Kaltim Temukan Proyek Sia-sia di Biatan Berau

BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir mengungkap sebuah proyek pembangunan Irigasi di Desa Biatan, Kabupaten Berau, Kaltim. Proyek itu diduga hanya akal-akalan karena secara fisik tidak jelas.

Sutomo Jabir mengaku mendapat informasi proyek mangkrak itu dari tokoh desa setempat. Keterangan sementara yang diperolehnya menyebutkan, proyek dimaksud dianggarkan setiap tahun miliaran rupiah dalam 5 tahun terakhir yang bersumber dari APBD Kaltim.

Ditemui di kantornya pekan tadi, Sutomo Jabir menyampaikan rasa kekecewaan dan “kegeramannya” terkait hal itu. Dia menerima informasi tersebut saat melakukan reses dengan warga di sana yang merupakan salah satu daerah pemilihannya selaku calon legislatif pada Pileg yang lalu.

“Warga desa biatan ramai-ramai menyampaikan aspirasinya kepada saya,” kata Sutomo Jabir.

Karena adanya laporan yang meyakinkan dari warga itu membuatnya turun ke lokasi untuk meninjau langsung pengaduan tersebut.

“Dan ternyata benar saja. Setiba di sana, saya melihat masih saja dibangun proyek irigasi lanjutan yang baru. Tetapi sama seperti sebelum-sebelumnya, irigasi itu dibangun tidak memberikan azas manfaat bagi petani. Jadi, ibarat luka belum sembuh, luka itu digores lagi tambah lebar hingga kian menjadi parah,” tuturnya, dengan nada tinggi, di kantor pribadinya, Jalan Kadire Oening, Samarinda baru baru ini.

Kepada Wartawan Beritakaltim dan BKTV, Sutomo membeberkan dengan gamblang terkait hasil kunjungannya ke Kecamatan Biatan Berau belum lama ini. Dia juga menunjukkan foto dan video hasil rekaman di lapangan di mana proyek itu dibangun.

Menurutnya, terdapat sekitar 20 kilometer irigasi dibangun kontraktor. Tetapi irigasi yang dibangun tidak teraliri air dari sumbernya. Justru air dari Bendungan yang berlimpah mengalir ke parit-parit alami yang sudah ada sebelum irigasi dibangun.

Sedangkan Irigasi yang dibangun oleh kontraktor mengarah ke titik lokasi yang bukan lahan pertanian produktif, tetapi hutan belantara yang tidak dimanfaatkan warga.

”Jadi irigasi yang dibangun PU itu kini tertimbun dan tertutup semak belukar, sebab tidak pernah dialiri air,” kata Sutomo yang juga Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kaltim ini.

Ketua DPC PKB Kabupaten Berau ini menduga ada permainan antara kontraktor dengan oknum pejabat pengelola proyek.

Anggota DPRD Kaltim kelahiran Palu tahun 1989 ini mengatakan, dia sengaja melakukan investigasi dengan menelusuri keberadaan proyek irigasi itu, memanfaatkan waktu reses. Dia meninjau lokasi proyek bersama sejumlah warga termasuk ditemani Kepala Desa Biatan.

Warga Desa Biatan awalnya senang bukan kepalang dibangun proyek irigasi di wilayahnya, karena berharap sawah mereka paling tidak bisa melakukan panen minimal 2 kali dalam setahun. Apalagi Bendungan embung yang dibuat pemerintah sebelumnya, airnya berlimpah dan tidak kering saat musim kemarau datang.

Sayangnya harapan petani dan warga Biatan melipat gandakan hasil persawahannya, tidak tercapai. Kondisinya sama saja saat tidak dibangun irigasi yakni sawah mereka hanya bisa digarap saat musim penghujan dn tetap panen hanya sekali setahun.

Padahal di Biatan, menurut Sutomo Jabir, luas lahan persawahan dan pertanian yang butuh pasokan air, mencapai 1.800 hektar.

“Saya akan sampaikan ke komisi 3 karena ini menjadi wilayah mereka. Saya di komisi 2 hanya mendorong temuan kasus ini agar bisa diselesaikan,” ujar Sutomo Jabir. Dia setuju agar temuan proyek itu disampaikan juga kepada dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum. #

Wartawan: M Sakir

Comments are closed.