BeritaKaltim.Co

Apalagi Ini? Kok Berani Betul Nakes Ini Nyuntik Vaksin Pake Suntikan Kosong?

BERITAKALTIM.CO – Kembali kejadian tak perlu bikin banyak orang geleng-gelang kepala. Ada video viral dari akun twitter Twitter @irwan2yah, berdurasi 15 detik yang memperlihatkan seorang tenaga kesehatan (nakes) sedang menyuntik vaksin pada salah seorang warga. Anehnya suntikan itu tak berisi cairan vaksin alias kosong. Aksi menancapkan jarum suntik dilengan itu, rupanya hanya sandiwara. Kok bisa?

“Rileks ya,” ujar sang nakes dalam video sambil menyuntikkan ke lengan pria tersebut.

Setelah disuntikkan ke lengan pria, nakes tersebut mengusapkan lengan bekas suntikan menggunakan kapas. Dalam narasi video tersebut, peristiwa ini terjadi pada Jumat (6/8/2021) di Sekolah IPK Pluit Timur, Jakarta Utara, sekitar pukul 12.30 WIB.

Selanjutnya, di narasi video tersebut juga disebutkan jika warga yang disuntil itu telah protes kepada nakes dikarenakan jarum suntik tersebut kosong. Namun dia hanya mendapat ucapan permintaan maaf dan kembali disuntik dengan dosis vaksin yang sudah terisi.

Kini, video yang viral tersebut telah mendapat atensi dari publik sebanyak 1.759 tayangan hingga 160 retweet. Kemudian, sebanyak 172 orang telah menyukai postingan video tersebut.

Kejadian ini tentu mencoreng upaya pemerintah dalam mempercepat vaksinasi COVID-19.

“Tgl. 6/8/21. Jam 12.30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah Protes dan cuma kata maaf, akhirnya di suntik kembali. Agar dpt diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses,” demikian cuitan akun Twitter @Irwan2yah.

Tak menunggu lama, kabar viral ini ditindaklanjuti oleh Polres Metro Jakarta Utara. Polisi turun ke lokasi untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Setiawan mengatakan anggotanya sudah bergerak di lapangan menyelidiki kejadian viral itu.

“Iya anggota kami masih bergerak di lapangan,” kata Guruh kepada media saat dihubungi, Senin (9/8).

Dilansir detikcom, Guruh menyebut pihak kepolisian sudah mengecek ke lapangan sejak Minggu (8/8) malam.

Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi soal kejadian ini. Kepala Puskesmas Penjaringan hingga vaksinator diperiksa polisi.

“Sudah cek TKP, kemudian juga sudah minta keterangan beberapa orang, tapi kan belum lengkap,” ujarnya.

Guruh menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapangan.

“Anggota kami masih laksanakan lidik di lapangan. Sudah ada beberapa keterangan yang kita ambil keterangannya,”

Guruh belum mau bicara lebih lanjut terkait pihak mana saja yang telah diperiksa oleh kepolisian. Namun Guruh memastikan akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas. (*)

Comments are closed.