BeritaKaltim.Co

Kasus Vaksin Kosong Pluit Berakhir Damai, Status Tersangka Nakes Dicabut

BERITAKALTIM.CO – Usai sudah babak kasus vaksin kosong di Pluit, Jakarta Utara, yang menyeret perawat berinisial EO. Kasus itu berakhir damai. Setelah pihak keluarga korban memutuskan mencabut laporan di kepolisian, status tersangkapun dianulir polisi.

Lewat mediasi, keduanya sepakat berdamai.

“Nah, ini tadi malam sudah terjadi mediasi, antara pihak penyelenggara kemudian terlapor hingga korban sudah ada kesepakatan damai,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan saat dimintai konfirmasi, Rabu (11/8/2021).

Guruh mengatakan pihak keluarga korban menyadari pelaku sudah meminta maaf dan mengaku lalai. Pihak keluarga korban juga tidak ingin memperpanjang masalah.

“Mereka sudah sepakat semua untuk cabut dan tidak akan melakukan tuntutan, ya sudah. Apa lagi gitu? Sudah ada mediasi di antara ketiganya (tersangka, korban, dan penyelenggara),” jelas Guruh.

Usai laporan dicabut, polisi pun resmi menghentikan kasus tersebut. Apalagi, kedua belah pihak telah setuju berdamai. Kedua belah pihak, lanjutnya, sudah sepakat untuk meminta maaf satu sama lain. Dengan begitu, EO pun tak lagi ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, EO sudah ditetapkan menjadi tersangka pada Selasa (10/8) kemarin.

EO sebelumnya juga telah meminta maaf di hadapan publik. Sembari berurai air mata, ia mengaku lalai.

“Saya mohon maaf, saya tidak ada niat apa pun,” ujar EO sambil menangis saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Jl Yos Yusdarso, Jakarta Utara, Selasa (10/8).

EO mengaku kelalaiannya itu akibat dia kelelahan. Sebab, pada hari itu dia memvaksin 599 orang.Sambil menunduk, EO juga terus menangis terisak. EO berjanji akan mengikuti proses hukum. Dia juga meminta maaf karena telah menimbulkan keresahan.

“Saya mohon maaf, terlebih terutama kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucap EO. (*)

Comments are closed.