BeritaKaltim.Co

REA Kaltim Didemo 13 Kepala Desa di Kukar, Ini Tanggapan Reza Fachlevi

BERITAKALTIM.CO- Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang menengahi perselisihan PT. REA Kaltim dengan 13 Desa yang ada di Kukar.

Ia mengatakan bahwa langkah Pemkab Kukar tersebut merupakan upaya mencari solusi agar perselisihan PT. Rea Kaltim dengan 13 Desa dari 3 Kecamatan yang ada di Kukar.

“Mediasi yang dilakukan Pemkab Kukar sudah tepat dengan mempertemukan pihak-pihak yang saling berkepentingan. Apalagi ini tuntuan masyarakat dari 13 desa bukan satu atau dua desa. Jadi ini tuntutan orang banyak,” ujar Reza saat dikonfirmasi, Kamis (19/8/2021).

Politisi Partai Gerindra tersebut menguraikan berdasarkan informasi ia dapat bahwa sejumlah tuntutan dari warga tersebut sangat realistis mengingat wilayah operasi PT. REA Kaltim. Tuntutan tersebut mulai dari karena kerusakan jalan, perwujudan CSR, penyerapan tenaga kerja lokal, beasiswa pendidikan hingga keterlibatan Bumdes dan koperasi masyarakat dalam mengelola sawit.

“Kalau melihat tuntutan-tuntutan itu, artinya masyarakat memang patut diperhatikan terutama soal kebutuhan primer mereka seperti pekerjaan dan pendidikan,” paparnya.

Oleh karena itu ia berharap pertemuan antara 13 Kades dan pihak perusahaan yang difaslitisai Pemkab Kukar menghasilkan kesepakatan yang diterima semua pihak.

“Semoga ada hasil yang diinginkan bersama. Karena kalau jalan ke perusahaan diblokir warga maka produktivitas perusahaan akan terganggu dan akan menimbulkan masalah baru,” imbuhnya.

Untuk diketahui sebelumnya, 13 kades dari Kecamatan Kembang Janggut, Tabang dan Kenohan, yang terdiri dari Kades Genting Tanah, Loa Sakoh, Hambau, Kembang Janggut, Kelekat, Bukit Layang, Pulau Pinang, Perdana, Muai, Long Belah Haloq, Tuana Tuha, Gunung Sari, dan Long Beleh Modang, melakukan aksi protes terhadap manajemen PT. REA Kaltim.

Aksi yang semula direncanakan digelar Rabu, 18 Agustus 2021 itu akan menutup Jalan Kembang Janggut ke arah simpang tiga Buaq yang saat ini dalam kondisi rusak berat. Para kades juga berencana melakukan aksi dalam skala yang lebih besar jika tidak ada tanggapan dari manajemen PT. REA Kaltim atau tidak ada respons dari Pemkab Kukar dan DPRD untuk memediasi pertemuan dengan perusahaan. #

Wartawan: Heriman

Comments are closed.