BeritaKaltim.Co

Buku Nikah Digital Telah Diberlakukan di Balikpapan

BERITAKALTIM.CO- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan menyebut bagi pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) selain mendapatkan buku nikah berbentuk fisik mereka juga akan diberikan link untuk mendownload buku nikah digital.

Hal tersebut diutarakan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan H. Shaleh, bahwa pemberian keterangan nikah digital tersebut dikarenakan mereka telah terdaftar disistem.

Shaleh menyampaikan, jika dulu ada yang namanya kartu nikah, artinya setiap calon yang sudah menikah mendapatkan buku nikah, karena sering mengalami permasalahan seperti alat rusak makanya saat ini dibuatkan buku nikah digital.

“Jadi kartu nikah digital ini bisa diprint dengan ukuran apapun. Dan yang mempunyai link untuk membuka hanya KUA. Mengapa demikian karena di situlah tempat dia menikah,”ujarnya.

Terkait keutungan penggunaan kartu nikah digital tersebut dia terangkan. Itu bisa disimpan di Handpone atau cetak menjadi kartu dan hal tersebut tak menjadi masalah.

“Perlu diketahui juga dikartu digital juga itu terdapat barcode. Sehingga tidak bisa dimanfaatkan orang lain, apabila tercecer dan lain sebagainya,” jelasnya, Jumat (20/8/2021).

Perlu digaris bawahi juga, bahwa kartu digital ini bukan pengganti buku nikah. Melainkan hanya melengkapi. Namun isinya sama dengan buku nikah hanya bentuknya saja yang berbeda terdapat foto, dan ini diakui.

“Jadi dalam pemanfaatan nya jika kita ada keperluan dikantor yang memang memerlukan buku nikah. Cukup kartu nikah digital ini saja diberikan. Dengan di scan berkotnya disitu akan terlihat datanya karena pencatatan nikah saat ini sudah terpusat. Untuk buku nikah tetap diberikan, cman misalkan ada keperluan di luar daerah, mereka tidak perlu lagi membawa buku nikah cukup bawa kartu digital saja,” paparnya

Pemberian link buku nikah digital, untuk pasangan calon yang telah menikah, saat ini sudah berjalan di Balikpapan. Hanya memang alatnya ini dikirim dari Jakarta dan tidak semua KUA dapat.

“Jadi yang mengeluarkan adalah KUA. Dimana pasangan suami istri ini tercatat. Dengan acuan nomor buku nikah, karena setiap orang nomornya beda. Kalau bagi mereka yang sudah menikah lama, mereka harus melaporkan dulu dan mencari KUA yang bersangkutan. Meski mereka terdaftar harus dimasukan dulu aplikasinya,”paparnya.

Mengapa demikan, hal ini dikarenakan untuk saat ini memanfaatkan kartu nikah digital ini diperuntukan bagi mereka diberikan kartu nikah digital dari awal.

Karena aplikasi SIM card ini baru berjalan kurang lebih lima tahunan. Dan itu juga harus dimasukan secara perlahan oleh adminnya. Agar dapat diakses mereka yang telah menikah lama.

“lebih mudah untuk permohonan buku nikah digital ini bagi mereka yang menikah lama. Mereka membawa buku nikah di KUA untuk membutakan kartu nikah digital. Mereka akan buatkan sesuai permintaanya tersebut,” pungkasnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.