BeritaKaltim.Co

Waduh, Tuduh Ekploitasi Seksual Komersil, Bayi Disampul Nevermind Tuntut Nirvana

BERITAKALTIM.CO – Siapa yang mengira bayi imut yang menyelam mengejar kail dengan umpan uang, kini menuntut semua yang terlibat pada produksi cover terkenal itu.

Namanya Spencer Elden. Ia kini berusia 30-an. Lewat pengacaranya, Elden mengajukan tuntutan dengan dugaan bahwa sampul album ‘Nevermind’ diproduksi setelah Elden “dipaksa ikut dalam tindakan eksploitasi seksual komersial saat berusia kurang dari 18 tahun.”

Ia menuntut personel asli Nirvana, label rekaman, juru foto album dan semua pihak terkait dengan tuntutan Rp2,1 miliar per orang, atas “kerugian seumur hidup” yang termasuk di dalamnya “penderitaan emosional yang cukup tinggi dan permanen terhadap fisiknya, gangguan atas proses kehidupan dan pendidikan, hilangnya kemampuan memperoleh pendapatan seumur hidup,” dan “tidak bisa menikmati hidup.”

Ia juga menuduh bahwa pihak pemasaran rekaman telah meraih keuntungan dari gambar Elden dengan uang kertas dikail, yang digunakan dalam video musik lagu populer di album “Come As You Are” sebagai “usaha perdagangan seks.”

Tuntutan tersebut mengklaim bahwa Kurt Cobain, vokalis Nirvana sengaja memilih foto Elden “menggenggam uang dolar” yang menggambarkan citra Elden sebagai “seorang pekerja seks.”

“Spencer atau walinya pernah menandatangani surat izin komersialisasi terhadap foto Spencer atau yang mirip dengannya.”

Foto itu, berawal saat fotografer Kirk Weddle meminta temannya Rick membawa bayinya yang saat itu berusia 4 bulan pada sesi foto kolam renang untuk grup musik lokal Nirvana, 1991 silam. Siapa yang mengira album itu meledak dipasaran. Dan Keluarga Rick juga kecipratan.

Pada wawancara radio AS NPR 2008, dia menceritakan pada 1991 lalu ia dihubungi temannya yang berkata “Apakah kamu mau mendapat uang Rp2,8 juta, cukup ceburkan saja anakmu ke air.” Pada saat itu pihak keluarga tidak mengetahui foto itu akan dijadikan apa, sampai saat mereka menyadari gambar raksasa album ‘Nevermind’ terpajang di Tower Records, di Sunset Boulevard 3 bulan kemudian.

Di tahun yang sama label Nirvana DGC, anak perusahaan rekaman Geffen Records mengirimi Elden sebuah salinan platinum album Nevermind dan sebuah boneka beruang, dikutip dari NPR. Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa Elden yang tengah remaja merespons ketenarannya.

Mulanya Elden bangga dengan fotonya. Ia mengulang pose yang sama untuk peringatan Nevermind semasa remaja, Elden terakhir kali masuk kolam renang untuk berfoto kembali pada tahun 2016, peringatan 25 tahun album itu.

Dia juga mentato nama judul album tersebut di tubuhnya. “Itu konsep yang sangat bagus, bayi di menyelam, tidak bisa bernapas, meraih uang kertas yang dikail,” katanya pada majalah Time.

Tapi, tahun berikutnya perasaannya mulai berubah. “Rasanya cukup aneh jadi bagian untuk momentum orang lain, terjebak dalam hal seperti ini,” jelasnya kembali pada majalah Times. Apalagi saat ia mengetahui, semua yang terlibat dalam sampul itu menjadi kaya raya kecuali dirinya.

“Saya sedikit kecewa beberapa waktu,” tambahnya. “Saya coba hubungi orang-orang tersebut. Tidak ada yang merespons. Tidak ada balasan telepon atau surat elektronik.”

“Semua yang terlibat dalam album tersebut menjadi kaya. Tapi saya tinggal di rumah ibu saya dan mengendarai sebuah mobil Honda Civic,” sesalnya.

Pada laman Facebook pada tahun 2011 di tengah perayaan 20 tahunnya sampul sempat dihapus. Karena menggambarkan foto telanjang anak-anak yang melanggar syarat pelayanan. Namun gambar tersebut kembali muncul.

Belum ada kelanjutan mengenai tuntutan Elden apakah akan mengubah citra album Nevermind. (*)

Comments are closed.