BeritaKaltim.Co

Kejuaraan Bulutangkis Ditunda, Berpotensi Menimbulkan Kerumunan

BERITAKALTIM.CO- Berdasarkan arahan Satgas Covid-19 Kota Balikpapan dan arahan dari pihak keamanan.Kejuaraan Bulutangkis se-Balikpapan antar klub terpaksa ditunda. Dikarenakan covid-19 masih melandai dan terpaksa Pengcab PBSI Balikpapan dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan menunda kejuaraan.

Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan bahwa tindakan penundaan kegiatan Kejurkot Bulutangkis yang akan dilaksanakan di Gedung Hevindo sesuai dengan kebijakan.

Di tengah kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang masih berlanjut di Kota Balikpapan maka kebijakan tersebut dilakukan agar mencegah terjadinya kerumunan.

“Kalau kemarin itu, kita lihat ada potensi kerumunan, sehingga kita memberikan contoh, kalau mengkhawatirkan bisa saja nanti kita pending atau kita lakukan pembubaran,” kata Zulkifli kepada wartawan, Senin (31/8/2021).

Zulkifli menjelaskan bahwa sesuai surat edaran Wali Kota Balikpapan pada penerapan PPKM level 4 yang berlaku hingga 6 September ini, sebenarnya penyelenggaraan kegiatan olahraga sudah diperbolehkan di tengah situasi pandemi Covid-19. Dengan syarat dilaksanakan tanpa ada suporter dan penonton yang dikhususkan dilaksanakan oleh pemerintah.

Dari segi aturan, rencana kegiatan Kejurkot Bulutangkis sudah memenuhi karena dilaksanakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan.

Sehingga sempat diterbitkan izin untuk menyelenggarakan kegiatan Kejurkot pada 30 Agustus 2021 bertempat di Gedung Hevindo. Dengan syarat setiap pertandingan dilaksanakan tidak melibatkan peserta lebih dari 30 orang.

Namun karena ada potensi menimbulkan kerumunan, Satgas Covid-19 Kota Balikpapan terpaksa membuat kebijakan untuk menunda kegiatan tersebut karena berpotensi menimbulkan kerumunan, untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19.

“Kemarin kita melihat, ini dikhawatirkan daripada nanti menimbulkan dampak yang kurang baik, maka kita tunda saja. Kita keluarkan surat penundaannya. Memang rencananya sudah oke, kita sudah izinkan. Begitu sudah mulai, kegiatan ini terus kita monitor. Sinergi sampai kecamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan kebijakan penundaan ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat terkait upaya penegakan hukum atas penerapan disiplin protokol kesehatan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Karena kegiatan ini kan diselenggarakan oleh pemerintah daerah, kita harus berikan contoh, jangan sampai terjadi kerumunan, karena banyak masyarakat yang mengajukan hal yang sama kayak pertandingan-pertandingan di sekitar kita,” tambahnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.