BeritaKaltim.Co

Rapat Persiapan Penyampaian Berkas Lahan Bendungan Marangkayu

BERITAKALTIM.CO – Bertempat di Ruang Rapat Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air, dilaksanakan Rapat Persiapan Penyampaian Berkas Lahan Bendungan Marangkayu, pada Senin, (6/9/ 2021) Pukul 10.30 WITA hingga selesai.

Bendungan ini diketahui, pembangunannya dibawah pengawasan dan koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan Bendungan Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Bendungan dengan kapasitas tampung 12,37 juta m3 ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air.

Bendungan Marangkayu dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) BWS Kalimantan IV Samarinda, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Marangkayu yang memiliki luas DAS sekitar 243 km2.

Waduk ini diproyeksikan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Marangkayu yang memiliki luas potensi lebih dari 3.000 ha dengan luas yang tergarap saat ini sekitar 1.300 ha dengan sistem tadah hujan dan irigasi desa.

Konsep rencana pengembangan DI Marangkayu sesuai kondisi karakteristik daerah adalah dengan merencanakan sistem jaringan irigasi teknis, di mana kebutuhan air irigasinya disuplai dari bendungan yang memanfaatkan aliran sungai Marangkayu. Sehingga diharapkan meningkatkan jumlah masa panen dalam satu tahun.

Bendungan Marangkayu akan dimanfaatkan untuk mengaliri lahan irigasi seluas 1.500 ha, sumber air baku 450 liter per detik, serta untuk pengendalian banjir dan potensi pariwisata.

Biaya konstruksinya berasal dari APBN Rp 63,03 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (persero)-PT Brantas Abipraya untuk pembangunan spillway.

Sementara untuk tubuh bendungan menggunakan dana APBD Pemprov Kaltim dan dikerjakan oleh Dinas PU Provinsi Kaltim.

Saat ini berdasarkan data, porsi pekerjaan fisik yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR telah tuntas 100 persen.

Selanjutnya tengah dilaksanakan penyelesaian pembebasan lahan yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim untuk dapat dilakukan proses penggenangan.

Pada kesimpulan pertemuan, ditetapkan beberapa point yang menjadi perhatian utama. Yaitu, penyusunan peta rincikan lahan Bendungan Marangkayu,
Kemudian daftar dan gambar patok pada lahan Bendungan Marangkayu. Terakhir, koordinasi tentang berkas – berkas bidang warga. (adv)

Comments are closed.