BeritaKaltim.Co

Kejurprov Bulutangkis di Bontang, PBSI Balikpapan Targetkan Juara Umum

BERITAKALTIM.CO- Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kota Balikpapan mengirim sebanyak 67 atlet bulutangkis untuk berlaga pada ajang kompetisi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalimantan Timur, Minggu (7/11/2021).

Laga turnamen Kejurprov Kaltim akan diselenggarakan mulai tanggal 8-12 November 2021 di kota Bontang.

Atlet yang akan berlaga di Kejurprov Bontang ini merupakan atlet pemenang turnamen Kejuaran Kota (Kejurkot) Balikpapan September kemarin.

Ketua Pelaksana Harian PBSI kota Balikpapan Sugianto menyampaikan, PBSI kota Balikpapan mengirimkan sebanyak 67 atlet untuk mengikuti Kejurprov di Bontang.

“Jadi atlet yang mengikuti Kejurprov kali ini dari usia dini hingga dewasa kurang lebih 67 atlet yang kita kirim ke Bontang,” jelasnya kepada awak media.

Sugianto berharap dengan 67 atlet gelar juara umum diraih lagi oleh PBSI kota Balikpapan.

“Balikpapan hampir setiap Kejurprov juara umum, mudah mudahan untuk tahun ini juara umum bisa dipertahankan,” ucapnya seusai pelepasan atlet.

Di tempat yang sama Seketaris PBSI Balikpapan atau sekaligus pemantau pembinaan atlet Yusran menyampaikan, turnamen ini akan mempertandingkan pra usia dini mulai usia 7 tahun hingga dewasa. PBSI Balikpapan mengirimkan atlet pemenang turnamen Kejurkot Balikpapan untuk mewakili Kejurprov Bontang.

Karena adanya keterbatasan anggaran pembiayaan, lanjut Yusran, tidak semua pemenang Kejurkot Balikpapan yang mengikuti turnamen Kejurprov dibiayai PBSI. ” Yang ditanggung pembiayaan PBSI khusus juara 1 dan 2 kelompok taruna dan dewasa sedangkan untuk pra usia dini biaya mandiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBSI kota Balikpapan Syarifuddin Oddang, mengatakan, atlet yang dikirim PBSI Balikpapan ke turnamen Kejurprov berasal dari klub klub pembinaan atlet yang ada di Kota Balikpapan.

Oddang panggilan akrab Syarifuddin Oddang menekankan perlunya evaluasi KONI Balikpapan terkait keterbatasan pembiayaan, karena adanya target pencapaian untuk jumlah atlet yang dikirimkan.

“Tinggal bagaimana meyinkronkan pembiayaan, sangat kecil yang kami dapatkan dari KONI, sehingga pengurus lah yang mensubsidi,” katanya.

Oddang berharap ada even-even tertentu minimal tiga kali setahun untuk menyeleksi atlet-atlet berbakat.

“Seleksi, evaluasi, harapan bibit akan muncul, sehingga bisa berdampingan terkait biaya,” ucapnya.

Beberapa tahun yang lalu, telah konsultasi ke Kementrian Pemuda dan Olahraga akan mensubsidi lapangan khusus untuk pembinaan di Balikpapan tapi sampai sekarang belum terealisasi.

” Kami konsultasi ke Kementrian Pemuda dan Olahraga, mereka akan subsidi lapangan khusus pembinaan tapi sampai hari belum terealisasi. Saya tidak tahu gimana Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) sendiri merealisasikan,” jelasnya.

Terkait keterbatasan anggaran yang diberikan KONI Balikpapan kepada cabang olahraga, Oddang menginginkan tidak hanya KONI yang mengawasi tetap pihak Dispora juga harus turun ke lapangan untuk mengawasi perkembangan cabang olahraga. “Dispora harus turun tidak hanya mengandalkan laporan administrasi, bagaimana melihat perkembangan karena di Dispora ada tim pengawas, sehingga harus bersinergi dengan cabor dan melihat dilapangkan, ” urainya.

“Anak anak kami jangan sampai patah semangat karena ini bukan waktu sebentar, mentalnya, biaya untuk menuju sukses karena semua demi bangsa,” harapnya.

Secara teknis telah disampaikan eksekutor dilapangkan, lanjut Oddang secara umum menuju pencapaian target juara wajib memperbaiki proses menuju juara. “Jangan hanya sekedar menginginkan juara tetapi harus kita melihat prosesnya,” katanya.

“PBSI kota Balikpapan mendapatkan juara umum kembali. Ini murni anak didik kita yang ada di kota Balikpapan,” harapnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.