Asal Mula Nama Jalan dan Masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

oleh -
Masjid Presiden Joko Widodo yang dibangun oleh Pangeran Syekh Mohammed Bin Zayed di Abud Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto: screenshoot Youtube Sekretariat Presiden.

BERITAKALTIM.CO- Saat kunjungan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri meninjau langsung Jalan Presiden Joko Widodo.

“Kita harus bangga dan berterima kasih kepada Mohammed Bin Zayed. Karena itu pengakuan, penghargaan yang tinggi kepada Indonesia. Sebab tidak banyak nama-nama jalan di sini nama orang asing. Seperti ada Raja Saudi, ada Prancis. Dua-tiga saja, yang lain tidak ada. Jadi kita harus bangga hal itu,” ujar Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/11/2021).

Pemberian nama jalan tersebut merupakan inisiatif langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA, Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Sebelumnya, nama jalan ini adalah Al Ma’arid Street yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.

Jalan Presiden Joko Widodo telah diresmikan pada 19 Oktober 2020 oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office, Syekh Khalid Bin Mohammed Bin Zayed Al Nahyan. Jalan sepanjang lebih-kurang 2,5 kilometer itu terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dengan area kedutaan. Kawasan itu merupakan area strategis yang ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik, seperti Kedutaan Besar Amerika Serikat, Turki, Arab Saudi, dan sebagainya.

Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto: Screenshoot Youtube Sekretariat Presiden.

Sebaliknya, pemerintah Indonesia mengganti nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek II Elevated menjadi Jalan Layang Syekh Mohammed bin Zayed (MBZ). Penggantian nama tersebut diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Senin, 12 April 2021.

Husen mengatakan, saling memberi nama jalan kedua pemimpin tersebut merefleksikan hubungan Indonesia dengan Uni Emirat Arab yang sangat harmonis dalam beberapa tahun terakhir. Hubungan kedua negara sendiri telah terjalin selama lebih dari 45 tahun, tepatnya sejak 1976.

“Hubungan itu kalau saya pikir insyaallah dengan UAE sekarang, hubungan Jakarta itu yang paling enak, paling mesra di dunia dengan UAE,” imbuh Husin.

Tidak hanya itu, kemesraan Presiden Jokowi dan Pangeran MBZ juga ditunjukkan dengan seringnya mereka berkomunikasi melalui telepon. Keduanya juga kerap saling berbalas kunjungan. Mohammed Bin Zayed (MBZ) tercatat pernah datang ke Istana Bogor, Jawa Barat, pada 24 Juli 2019. Presiden Jokowi pun pernah berkunjung ke Abu Dhabi dan bertemu Mohammed Bin Zayed pada 12 Januari 2020.

“Kedekatan itu bisa ditunjukkan tidak hanya dengan hasil-hasil yang ada, tetapi sering telepon, sebulan-dua bulan. Apakah Pak Jokowi yang telepon atau His Highness. Sering sekali komunikasi. Bahkan nanti saya rencana kalau bisa tiap tahun Pak Jokowi datang kemari. Sebab, orang Arab itu kan punya kebiasaan sering dikunjungi,” jelasnya.

MEMBANGUN MASJID PRESIDEN JOKO WIDODO

No More Posts Available.

No more pages to load.