IKN Butuh Rp502 T, Aset Pemerintah Pusat di Jakarta Rp1 Kuadriliun

oleh -
Aset pemerintah di Jakarta yang akan ditinggalkan saat Ibu Kota Negara (IKN) baru.

BERITAKALTIM.CO- Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur diperkirakan Presiden Joko Widodo membutuhkan pembiayaan Rp502 triliun saat asumsi kurs Rp 14.340 per dolar AS. Sementara, aset-aset pemerintah pusat yang bakal ditinggalkan di Jakarta, total nilainya menurut perhitungan tahun 2020 sekitar Rp1 Kuadriliun (1.000 triliun).

Perhitungan itu muncul saat pemerintah mulai melakukan perhitungan atas penggunaan aset yang di DKI Jakarta untuk mendanai proyek IKN baru di Kalimantan Timur. Aset-aset pemerintah pusat itu seperti perkantoran kementerian, gedung DPR, dan lain-lainnya.

Menurut Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Encep Sudarwan, aset di Jakarta akan ditinggalkan. Padahal total nilai aset di DKI Jakarta berupa bangunan dan tanah pada tahun 2020 sekitar Rp Rp 1.000 triliun.

“Karena aset di Jakarta mau ditinggalkan, maka itu akan kami optimalkan supaya bisa mendapatkan dana untuk pembangunan di Ibu Kota baru,” kata Encep kepada Wartawan di Jakarta.

Aset-aset itu, menurut Encep, tak harus dijual, melainkan bisa saja disewakan dan hasilnya digunakan untuk proyek ibu kota negara tersebut. Saat ini, pemerintah tengah memilah-milah mana aset yang bisa digunakan untuk pendanaan proyek pembangunan ibu kota baru.

Dalam pelaksanaannya, Encep juga memastikan bahwa pemerintah tak akan buru-buru dalam menjual atau menyewakan aset senilai Rp 1 kuadriliun tersebut.

“Tapi kami tidak fire sale, kami tidak buru-buru. Nanti harganya rendah,” ucap Encep. “Kami juga tidak mau mengganggu pasar, jadi kami akan lihat optimalisasinya seperti apa.”

Lebih jauh Encep memaparkan bahwa total aset negara pada tahun lalu mencapai Rp 11.098,67 triliun. Nilai itu naik 6,02 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp 10.467,53 triliun.

Adapun Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya menyebutkan pembangunan ibu kota baru membutuhkan biaya US$ 35 miliar atau sekitar Rp 502 triliun (asumsi kurs Rp 14.340 per dolar AS).

Hal tersebut disampaikan Presiden saat ia menghadiri Indonesia – Persatuan Emirat Arab (PEA) Investment Forum yang berlangsung di Dubai, Kamis, 4 November 2021. Jokowi menyatakan pembangunan IKN itu merupakan salah salah satu prioritas kerja sama antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab. #

Wartawan: charle

No More Posts Available.

No more pages to load.