BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Kota Balikpapan Daerah Pemilihan Balikpapan Timur Nurhadi Saputra dari fraksi PPP melaksanakan Kegiatan Reses masa persidangan I Tahun 2021 di Tanjung kelor RT 19 Kelurahan Manggar Baru Balikpapan Timur, Senin (28/3/2022).
Reses kali ini dihadiri 12 Ketua RT se kelurahan Manggar Baru, Dinas Pekerjaan Umum (DPU)Edin Saputra ,Camat Balikpapan Timur Suwandi dan LPM Mangga Baru Nurliah.
Pembangunan di Balikpapan Timur seakan dianak tirikan karena masih banyak pembangunan yang belum terealisasi di wilayah ini. ” Dilihat dari anggaran, penyaluran di Balikpapan Timur sangatlah minim jika dibanding kecamatan lain, ” ucap Nurhadi disela sela reses di tanjung kelor.
Berbagai permasalahan disampaikan warga mulai dari infrakstruktur, pendidikan hinga keluhan ibu -ibu mengenai langkanya minyak goreng dan gas elpiji.
Seperti yang disampaikan Fathir dan Fatma warga RT 20 mempertanyakan bagaimana mengatasi banjir dan genangan air yang ada di depan rumahnya.
Ida Noorhayati mempertanyakan langkanya gas elpiji dipangkalan dan mengusulkan agar didaerah tanjung kelor ditambah oangkalan gas elpiji.”Sudah antri panjang ehh tidak kebagian gas,” urainya.
Sriwahyuningsih mempertanyakan pertanyakaaan lengkap mulai drainase, banjir dan pendidikan SMPN di manggar baru.
Dampak pembangunan stadion dan Tol di Balikpapan Timur seperti Banjir, Nurhadi katakan menjadi permasalahan warga saat ini. Meskipun sejak tahun 2014 sering mengusulkan adanya Rumah sakit dan keinginanna masyarakat manggar baru yakni pembangunan SMP Negeri.
” Dari empat kelurahan di Balikpapan Timur hanya manggar baru yang belum punya SMP. Ini sangat dibutuhkan warga Manggar baru, tiap tahun saat PPDB warga Manggar Baru seperti terdampak karena wilayahnya jauh dari radius padahal wajib belajar dicanangkan pemerintah 9 tahun, yang akhirnya warag beralih ke swasta,” jelasnya.
Terkait gas elpiji, Nurhadi telah sampaikan kepada pihak Pertamina untuk menambah kuota gas elpiji 3kg. Hal ini dikarenakan kenaikan harga pada tabung gas elpiji 12 kg yang mengakibatkan konsumen beralih pada gas tabung 3 kg. Dan untuk membuka pangkalan gas elpiji baru di Balikpapan Timur tidak mudah, harus melihat juga kondisi kanan kiri letak pangkalan gas elpiji.
” Pangkalan elpiji itu memang diperuntukkan per wilayah, tapi karena kebutuhan semisal warga batakan melihat truk elpiji ke arah Manggar Baru diikutinya dan membelinya meskipun dengan harga mahal, akhirnya yang tidak kebagian warganya,” jelasnya.
Untuk drainase dan semenisasi jalan di daerah tanjung selor akan diperjuangkan dan dikawal. “Sambil berjalan melalui aspirasi aspirasi kami kita selalu membangun Balikpapan timur,” ucapnya.
Kendala Balikpapan Timur memiliki anggaran minim, Nurhadi katakan, Balikpapan Timur jauh dari pusat kota dan juga Anggota DPRD paling sedikit padahal dua Balikpapan yang berkembang yakni Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur. ” Dan juga adanya kewenangan nasional maka pembangunan Balikpapan Timur juga mengalami hambatan,” tutupnya. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.