BeritaKaltim.Co

Jelang Musrenbang Regional Kalimantan, Ini yang Disiapkan Bappeda

BERITAKALTIM.CO- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 19 – 20 Mei 2022. Ini momentum penting bagi 5 provinsi di seluruh Kalimantan mengingat sudah diplotnya Ibu Kota Nusantara, di mana akan memberikan efek domino pembangunan yang luar biasa berbagai sektor.

Sebelum Musrenbang digelar, seluruh pimpinan Bappeda se-Kalimantan mengadakan rapat persiapan Musrenbang. Dari Kaltim dihadiri oleh Sekretaris Bappeda Provinsi Kaltim, Charmarijaty, ST, M.Si beserta Kepala Bidang dan Kepala Sub bidang Perencana.

Rapat dilaksanakan secara daring dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Ariadi Noor, M.Si. dan dihadiri oleh 43 peserta dari unsur Bappeda se-Kalimantan yang tergabung dalam Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RP).

“Rapat ini dilaksanakan untuk membahas lebih lanjut persiapan pelaksanaan Musrenbang Regional Kalimantan Tahun 2022 yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 19 dan 20 Mei 2022,” ujar Kepala Bappeda Kalsel selaku Ketua Sekretariat FKRP2RP mengawali rapat.

Lebih lanjut, keberadaan FKRP2RP melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Kalimantan Tahun 2022 diharapkan dapat memperkuat upaya Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan dalam bersinergi membangun Ibu Kota Negara Baru.

Pembahasan dalam rapat tersebut meliputi persiapan teknis sesuai dengan rundown acara yang telah disusun mulai dari sesi paparan dan diskusi dari Kementerian terkait hingga sesi Tanggapan oleh masing-masing Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Kaltim menyampaikan saran dan masukannya.

“Kami harap sekretariat kelompok kerja (pokja) FKRP2RP dapat mengkompilasi usulan dari masing-masing pokja untuk dapat disampaikan lebih awal ke Kementerian terkait yang akan menyampaikan paparan, sehingga pembahasan dari kementerian terkait juga dapat terfokus pada usulan-usulan tersebut,” ungkapnya.

Menyangkut IKN yang pembangunannya awalnya sudah dimulai dari titik nol yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berupaya mendukung penyiapan infrastruktur kota penyangga IKN.

“Terutama yang berkaitan dengan sarana dan prasarana infrastruktur dasar sebagai antisipasi meningkatnya pertumbuhan penduduk akibat hadirnya IKN,” kata Prof Dr HM Aswin, Kepala Bappeda Kaltim dalam sebuah kesempatan wawancara dengan wartawan.

Menurut Aswin, rencana itu sudah dituangkan dalam dokumen perencanaan, khususnya pada arah kebijakan kewilayahan Kabupaten/Kota.

“Penyiapan infrastruktur kota penyangga IKN lebih difokuskan untuk wilayah Kabupaten PPU, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Bontang,” pungkasnya.#

 

Editor: wong/ADV/Kominfo Kaltim

Comments are closed.