BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang mengkritisi kondisi lingkungan di kawasan pintu gerbang utama Perumahan Graha Indah Balikpapan Utara.
Dari pantauan media Beritakaltim.co di lokasi, memasuki pintu gerbang utama atau gapura perumahan Graha Indah tampak truk roda sepuluh berderet kanan kiri di sepanjang jalan projakal memenuhi badan jalan.
Tepat di bawah Gapura perumahan Graha Indah terlihat situasi seperti pasar. Toko sembako dan sayur mayur berderet di kawasan ini sedangkan disebrang jalan tampak pendagang kaki lima menjajakan makanannya.
Tak heran jika kondisi itu menyebabkan macet di kawasan ini, karena mereka mempergunakan fasilitas umum untuk berjualan.
Toko-toko yang ada juga meletakkan bekas kotak packing sayur dan sampah diatas drainase. Tak hanya itu saja, terdapat penjual ikan yang membuang airnya sembarangan di badan jalan sehingga mengakibatkan badan jalan rusak.
Seperti yang kita ketahui, di dalam perumahan Graha Indah terdapat gedung pemerintahan yakni Kantor Kelurahan Graha indah. Yang notabenenya setiap hari pegawai pemerintahan melewati area ini, tetapi terkesan pembiaran dan diabaikan oleh mereka.
Sebagai warga Perumahan Graha Indah dan juga Anggota DPRD kota Balikpapan Oddang panggilan akrabnya merasa geram melihat situasi pintu gerbang utama yang dilewati tiap hari seperti itu, kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ketidakpedulian ini dapat menyebabkan banjir, kerusakan jalan, kerusakan fasilitas umum dan sosial yang disebabkan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan diatas trotoar hingga parkir kendaraan roda enam milik perusahaan yang menyebabkan kemacetan.
“Banyaknya PKL mirip-mirip pasar induk, terlihat sampah menumpuk diatas drainase yang timbulkan genangan air, parit buntu, jika hujan, banjir, dan timbul penyakit demam berdarah akan menyalahkan siapa,” ucapnya kepada awak media ketika menunjukkan lokasi gapura utama, Rabu (1/6/2022).
Oddang menyebut pintu gerbang utama perumahan graha indah sudah beralih fungsi, PKL berjualan ditrotoar dan pedangang toko menambah lapak diatas drainase terkesan pembiaran tidak pernah ada penertiban.
“Sangat memprihatinkan, tidak menujukkan pintu gerbang utama padahal disitu jalan menuju kantor Kelurahan. Atau mending dijadikan pasar saja biar tambah kumuh,” jelasnya.
Oddang menyebut telah berulang kali melapor ke pihak kelurahan agar dilakukan penertiban PKL di kawasan ini.
“Tidak apa-apa berjualan tetapi harus jaga lingkungan, tidak seperti ini sampah sampah dibiarkan, penjual ikan membuang air dibadan jalan, kotak kotak packing sayur numpuk diatas drainase,” keluhnya.
Oddang berharap pihak kelurahan maupun OPD terkait untuk bertindak menertibkan pasar dadakan ini, jangan sampai imbas kumuhnya lingkungan di kawasan ini berimbas ke kawasan lain. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.