Jalan Poros Tani Bhakti Loa Janan Rusak Berat, Kepdes Berharap APBD Perubahan

oleh -
Muhammad Amin, Kepala Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Foto: Hardin

BERITAKALTIM.CO- Kepala Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhammad Amin mengakui, persoalan paling krusial di daerah yang dipimpinnya adalah masalah jalan poros yang rusak parah.

“Masalah ini sudah 10 tahun berlangsung. Kita selalu usulkan, tapi tidak pernah terealisasi perbaikannya,” kata Muhammad Amin dalam perbincangan dengan Wartawan Beritakaltim, Senin (23/5/2022).

Jalan poros itu menghubungkan gang-gang di pemukiman desa itu. Sepanjang 6 kilometer mengalami kerusakan, di mana-mana ada lubang yang sangat mengganggu bagi pengendara mobil maupun motor.

“Setiap kali ada musrenbang, kami usulkan masalah jalan poros ini. Baik saat musrenbang kecamatan maupun kabupaten. Kita juga sampaikan kepada para wakil rakyat, agar selalu mengawal kebutuhan vital warga ini,” kata Kades yang telah menjabat 3 periode ini.

Aspirasi terakhir disampaikan oleh kepala desa dan unsur pemerintahan desa lainnya saat Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah beserta wakil bupati Rendy Solihin berkunjung ke desa itu dalam sebuah acara. Ketika itu, kata Muhammad Amin, bupati langsung memerintahkan wakil bupati untuk memasukkan masalah pembangunan jalan poros itu dalam APBD Perubahan yang biasanya diketuk DPRD Kukar sekitar bulan Oktober.

“Sekarang ini sudah saya lihat di dinas pekerjaan umum sudah ada dalam listing yang akan dimasukkan anggarannya dalam APBD perubahan. Mudah-mudahan tidak berubah lagi,” ujarnya.

Keperluan anggaran perbaikan jalan poros sepanjang 6 kilometer itu, menurut Muhammad Amin, sudah dihitung mencapai Rp6 miliar. Kalau berharap dari dana desa, yakni ADD (anggaran dana desa) dan DD (Dana Desa), dia mengaku sudah tidak mungkin lantaran dana yang terhimpun dalam APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) itu sudah teralokasi dalam beberapa sektor.

Sumber anggaran dari ADD tahun 2022 di Desa Tani Bhakti mencapai Rp1,4 miliar dan Dana Desa (DD) Rp800 juta. Selama masa pandemi, sudah ada peraturan mengenai pengalokasian APBDes, yakni terkait pemulihan ekonomi di desa itu yang diantaranya adalah pendistribusian BLT (Bantuan langsung tunai) kepada warga yang tercatat memerlukan bantuan.

“Jadi memang tidak mungkin anggaran desa itu digunakan untuk memperbaiki jalan poros yang memerlukan dana besar,” ujarnya.

Selama ini, untuk bertahan agar jalan poros tidak menjadi lebih parah, kata kepala desa Muhammad Amin, dia melakukan upaya perbaikan tambal sulam atas lubang-lubang yang membesar. Dengan biaya yang masih bisa disisihkan dari APBDes, perbaikan juga dilakukan dengan cara bergotong royong dengan warga.

Desa Tani Bhakti memiliki luas 2.600 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 3.500 jiwa atau 900 KK (Kepala Keluarga). Dalam struktur pemerintahan desa yang dipimpinnya ada 14 RT (Rukun Tetangga) dan 3 Dusun. #

Wartawan: Hardin

No More Posts Available.

No more pages to load.