Prioritas Penerimaan Peserta Didik Baru Secara Online Berbasis Zonasi

oleh -224 Dilihat
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Purnomo

BERITAKALTIM.CO- Simulasi Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online bagi sekolah negeri tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Balikpapan Purnomo mengatakan, persiapan PPDB masih terus berjalan. Petunjuk teknis (Juknis) mengenai PPDB tersebut telah dibuat. Pelaksanannya pun dimulai pada 10 Juni 2022 nanti, teruntuk jenjang SD dan SMP Negeri.

“Mulai tanggal 10 sampai 29 Juni itu proses validasi dan verifikasi, kemudian pendaftaran peserta tanggal 20 hingga 30 Juni. Selanjutnya pengumuman tanggal 1 Juli dan daftar ulang tanggal 2-4 Juli,” kata Purnomo di Aula SMK Negeri 1 Balikpapan, Rabu (25/5/2022)

Pelaksanaan PPDB online sama seperti tahun sebelumnya melalui website PPDB Online.Com. Tentunya, sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) sistem PPDB dilaksanakan melalui pola zonasi, prestasi, afirmasi termasuk perpindahan tugas orang tua atau wali.

Perdebatan yang sering terjadi di kalangan masyarakat disaat PPDB online ini berdasarkan pada zonasi, yakni suatu sistem PPDB yang berdasarkan pada zona tempat tinggal.

“Supaya masyarakat kita tau, sekarang zonasi itu lebih kepada terdekat dan terdampak yang menjadi prioritas untuk di sekolah itu,” ucapnya kepada awak media.

Purnomo mengatakan yang dimaksud dengan terdekat yakni jarak rumah peserta didik berdekatan dengan lingkungan sekolah, sehingga menjadi penyangga sekolah dalam artian, jika ada sesuatu hal yang terjadi dengan sekolah maka orang terdekat itulah yang membantu sekolah terlebih dulu.

Sedangkan, maksud dari terdampak yakni tempat tinggal peserta didik yang berada disekitar sekolah, sehingga menjadi terdampak. Misalnya kebisingan kemudian lalu lintas kendaraan yang melintas ke arah sekolah.

“Zonasi itu dirumuskan Lurah, LPM dan sekolahan. Jadi dia yang menetapkan dan mengusulkan ke kita. Dari usulan mereka kita tetapkan sebagai zonasi R1, jadi lebih di persempit R1 itu. Yang terdekat dan terdampak yang diutamakan,” jelasnya.

Untuk mengetahui daerah yang masuk pada zonasi R1 tersebut dapat dilihat dari Juknis, karena sudah ditetapkan pada Juknis dan bisa dilihat di sekolah masing masing. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.