BERITAKALTIM.CO- Jembatan sebagai penghubung antara satu kampung dengan kampung lainnya sangat dibutuhkan warga, apalagi untuk beraktifitas sehari-harinya. Tetapi kenyataannya di kota yang sudah modern masih ada jembatan kayu yang tak layak pakai, seperti jembatan yang ada di jalan Giri Mulyo Km 14 RT 25 Karang Joang, Balikpapan Utara.
Jembatan kayu sepanjang 100 meter ini dibangun sekitar tujuh tahun lalu dengan swadaya masyarakat sekitar sehingga menjadi jalan penghubung RT 25 dan RT 26 kelurahan karang joang.
Jembatan kayu ini salah satu akses prioritas warga yang hingga saat ini tidak pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah kota Balikpapan.
Dari pantauan media Beritakaltim.co yang melewati jembatan ini cukup was-was, takut jembatan jebol dan suara jembatan kayu sangat berisik. Apalagi frekuensi pengguna jembatan kayu ini cukup padat, mengingat lokasi jembatan berada di area wisata yang pengunjungnya lumayan ramai.
Ketua RT 25 Sugiono menyampaikan, jembatan kayu ini swadaya masyarakat sekitar yang menjadi jembatan penghubung. Jembatan yang tidak pernah dapat bantuan sepeserpun dari pemerintah kota Balikpapan.
“Sudah sering kali diajukan, lewat reses mauupun musrembang tapi tak pernah ada solusi dan tindak lanjutnya, ” ucapnya ketika ditemui awak media di lokasi jembatan kayu, Minggu (19/6/2022).
Sugiono menyebut jembatan yang telah terbangun selama tujuh tahun ini hanya menerima bantuan dari pihak CSR perusahaan. “Itupun hanya untuk memperbaiki tambal sulam jembatan yamg jebol, kalau pemerintah hanya meninjau,memfoto tidak ada kelanjutannya,” jelasnya.
Sugiono berharap adanya kepedulian pemerintah terhadap jembatan kayu penghubung kampung ini. Jika melewati jembatan ini ada rasa kekhawatiran jebol dan juga suara berisik jembatan kayu. ” Jalan ini memang tidak layak, tapi buktinya warga melewatinya, ” ucapnya.
” Jembatan ini jalan prioritas penghubung kampung bukan jalan ke kampung. Bahkan ini tempat wisata jadi penghubung juga banyak, masyarakat hanya ingin diperbaiki setidaknya semi permanen. Jadi orang lewat tidak takut,” katanya. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.