Harga CPO Turun Berimbas ke Petani

oleh -339 Dilihat
Basti Salanggalani, anggota DPRD Kutai Timur. Foto: Ist

BERITAKALTIM.CO- Janji anggota DPRD Kutim yang akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan sawit, akibat anjloknya harga Tandan Buah Swgar (TBS) di tingkat petani, sudah ditunaikan Jumat (24/6/2022) lalu. Bagaimana hasilnya? Dan ke perusahaan apa saja yang disidak.

Menurut salah satu anggota tim yang ikut sidak, Basti Sanggalani ada beberapa faktor yang menyebabkan harga TBS di tingkat petani mandiri mengalami penurunan dan tak sesuai ketetapan Dinas Perkebunan Ptovinsi Kaltim (Disbun Kaltim).

Ada dua perusahaan yang disidak, yakni PT. Anugerah Energitama dan PT Kutai Balikan Nauli. Selain anggota legislatif, kata Basti, Forum Petani Sawit Kutim, juga turut ke perusahaan sawit untuk mendengar penjelasan secara langsung terkait selisih harga pembelian TBS dari petani ke perusahaan.

“Harga yang disepakati dan tertuang di SK yang dikeluarkan oleh Disbun Kaltim adalah Rp 2.818 per/Kg. Tapi di lapangan cuma Rp 1.800 per/Kg, ini yang pengen kita tau,” ujarnya, Sabtu (25/6/2022).

Hasilnya, kedua perusahaan tersebut belum bisa menerapkan kesesuaian harga yang sudah disepakati, dengan dalih, ada penurunan harga jual Crude Palm Oil(CPO) dunia. Hal ini berimbas pada penurunan harga beli TBS dari petani khususnya petani mandiri. Kalau perusahaan memaksakan pembelian TBS dari petani mandiri sesuai SK yang dikeluarkan Disbun Kaltim, perusahaan bisa rugi yang berimbas pada penutupan operasional pabrik.

“Selain itu, biaya pengiriman CPO hari ini juga naik luar biasa, “ ujarnya.

Terkait hal itu, Basti meminta kepada para petani, agar bisa memahami kondisi yang sedang terjadi. Kendati demikian, DPRD terus mengupayakan serta meminta agar harga jual TBS para petani ke perusahaan bisa kembali normal sesuai ketetapan yang sudah diisepakati antara pemerintah dengan perusahaan.

“Kita (DPRD) kasih kesempatan mereka untuk bernegosiasi dengan pemilik saham, karena mereka kan juga karyawan, “ tutup Basti. #

Wartawan: Ardi | ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.