Siaran Televisi Digital Terus Disosialiasikan KPID dan Dinas Kominfo Kaltim

oleh -326 Dilihat
Ketua Komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Kaltim, Irwansyah (kiri) dan Kepala Dinas Kominfo Kaltim HM Faisal (kanan). Foto: ist

BERITAKALTIM.CO- Provinsi Kalimantan Timur menyatakan kesiapan sebagai salah satu provinsi yang melakukan migrasi siaran televisi teresterial dari analog ke digital Analog Switch Off (ASO) di Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, HM Faisal menyatakan saat ini Kaltim sangat siap sebagai salah provinsi pertama yang ditunjuk, meskipun tidak diberlakukan keseluruhan daerah.

Untuk sementara provinsi Kaltim terbagi menjadi dua wilayah yakni Kaltim 1 yang meliputi Kota Samarinda, Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedangkan, Kaltim 2 mencakup Kota Balikpapan dan Kabupaten PPU (Penajam Paser Utara) yang diklaim sudah bisa menangkap siaran digital.

Sementara, Ketua Komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Kaltim, Irwansyah mengatakan untuk daerah-daerah pelosok seperti Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat dan Berau masih tahap pengembangan serta penyesuaian.

“Kita akan terus memantau serta mensosialisasikan peralihan TV Analog ke TV Digital ini,” paparnya, Selasa (7/6/2022).

Selain itu dalam 1 minggu terahir pihaknya terus melakukan kunjungan lapangan guna memastikan hal-hal yang berkembang. Lebih khusus kesiapan lembaga penyiaran yang ada di Kaltim.

“Kita selalu melakukan edukasi baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga penyiaran dan itu akan berkelanjutan,” tambahnya.

Untuk diketahui migrasi siaran televisi analog ke digital atau disebut Analog switch off bisa menghemat pita frekuensi hingga 112MHz. Ketersediaan frekuensi setelah migrasi siaran dari televisi analog ke digital juga akan berdampak pada persiapan adopsi jaringan 5G di Indonesia. Masyarakat bisa mendapatkan jaringan internet yang sangat cepat dengan 5G.

Melalui TV digital, masyarakat akan mendapat manfaat berupa kualitas siaran gambar dengan resolusi tinggi dan suara yang lebih jernih. Tak hanya itu saja, pilihan saluran televisi yang bisa dinikmati juga tersedia lebih banyak. Masyarakat bisa menikmati manfaat tersebut secara gratis, karena proses digitalisasi penyiaran ini dilakukan pada penyiaran tetap tidak berbayar (free to air/FTA).

Adapun sejumlah kelebihan TV Digital yakni kualitas siaran yang lebih stabil dan tahan terhadap gangguan (interferensi, suara dan/atau gambar rusak, berbayang, dsb), Memungkinkan siaran dengan resolusi HDTV secara lebih efisien, Kemampuan penyiaran multichannel dan multiprogram dengan pemakaian kanal frekuensi yang lebih efisien serta Kemampuan transmisi audio, video, serta data sekaligus. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.