Tampil di TV, Kepala Bappeda Bicara Kontribusi Warga Kaltim pada IKN

oleh -73 Dilihat
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur, Prof. Dr. Ir. H.M. Aswin, MM menjadi narasumber Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur, Selasa (21/06/2022).

BERITAKALTIM.CO- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur, Prof. Dr. Ir. H.M. Aswin, MM menjadi narasumber Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur, Selasa (21/06/2022).

Topik dialog kali ini adalah “Mengawal Aspirasi Lokal Untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara”.

Aswin hadir dengan dua narasumber lainnya yaitu anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yakub, serta Bendahara Majelis Organisasi Daerah Nasional, Mahfud Ghozali.

Prof. Aswin menyampaikan pandangannya mengenai kontribusi warga Kaltim pada IKN, bahwa dalam Undang-Undang IKN secara umum telah menyebutkan agar melibatkan penduduk setempat meskipun tidak secara spesifik disampaikan jumlah kontribusinya.

Kemudian disampaikan pula dalam Perpres mengenai struktur Badan Otorita IKN harus terdapat 2 (dua) orang Deputi yang berasal dari Kalimantan Timur.

Bila dilihat dalam persepktif ke depan mengenai IKN ini terbagi atas dua hal yaitu pada tahap persiapan yang tentu membutuhkan banyak tenaga kerja; serta tahap pelaksanaan pemerintahan yang rencananya tenaga kerjanya akan dibawa dari wilayah Pusat/Jakarta.

Namun perlu diketahui bahwa ketertarikan tenaga kerja pemerintahan yang ada di Jakarta (Pusat) untuk pindah ke Kalimantan Timur dirasa masih kecil/masih enggan dikarenakan alasan yang menyangkut keluarga dan lainnya.

“Melihat kondisi tersebut perlu dipandang sebagai peluang yang dapat kita ambil untuk dapat bekerja dan berkontribusi di Kementerian atau IKN,” ujar Aswin.

Disampaikan pula, bahwa Pemerintah Provinsi untuk saat ini masih terkendala dan masih terus membenahi pendataan dalam mengidentifikasi penduduk lokal dan non lokal.

“Yang terpenting, kita sebagai warga Kaltim perlu mempersiapkan diri dengan mengikuti dan membekali melalui sertifikasi dan keterampilan agar dapat berpartisipasi secara optimal dalam IKN,” ajaknya.

Saat ini, sambung dia, Pemerintah Provinsi telah berupaya untuk lebih mengoptimalkan hal tersebut melalui pengembangan BLKI yang ada.

Namun harapannya, warga juga perlu lebih kreatif dalam melihat peluang seperti potensi pertanian serta sektor-sektor ekonomi lainnya selain mengharapkan pada sektor konstruksi dan bekerja di pemerintahan. #

No More Posts Available.

No more pages to load.