Tidak Ada Petugas, Pengendara Motor Turun Atur Jalanan Macet di Kampung Timur

oleh -132 Dilihat
Pengendara mengatur jalan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di wilayah pertigaan kampung timur Kelurahan Gunung Samarinda Kecamatan Balikpapan Utara. Foto : Thina /Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Pagi hari di pertigaan Kampung Timur Gunung samarinda, Balikpapan utara kerap terjadi kemacetan panjang. Apalagi waktu pagi hari menjelang anak berangkat ke sekolah maupun ke kantor.

Hal ini tidak bukan pertama kali terjadi tetapi sudah berulang kali. Namun, hingga saat ini seakan diabaikan dan tidak mendapat perhatian dari pemerintah atau dinas terkait.

Berdasarkan pantauan Beritakaltim.co di pertigaan jalan kampung timur, area ini macet parah, padat merayap. Masing -masing pengendara tidak mau ada yang mengalah.

Tidak ada satupun petugas jaga yang berada dan mengatur lalu lintas di area ini. Hanya terlihat satu orang relawan pengendara motor turun mengatur lalu lintas. Mengarahkan peralihan jalan agar m kemacetan yang terjadi lebih dapat kembali normal.

Tampak terlihat kewalahan bapak yang mengatur arus jalan yang macet dan tak lama kemudian dibantu dengan pengendara lelaki lainnya.Bahkan, pernah terjadi ibu berhijab dengan menggunakan helm mengatur arus dijalan itu.

Hal ini dikarenakan tidak ada petugas yang berkewenangan mengatur arus lalu lintas di lokasi yang setiap pagi terkenal dengan macetnya.

Apabila di lokasi itu terdapat petugas yang berkewenangan, maka para pengendara yang tidak mau saling mengalah akan mengikuti sesuai petunjuk yang diberikan.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Gunung Samarinda Halili Adi Negara menyampaikan, sebenarnya LPM Gunung Samarinda ingin saja membantu tetapi bukan tugasnya. ” Ini kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan dan aparat polisi yang punya kewenangan,” ujarnya jumat (03/06/2022).

Halili sapaan karibnya pun mengungkapkan dirinya pernah ikut turun tangan mengatur lalu lintas yang sedang macet parah seperti saat ini terjadi dengan maksud untuk berbelanja, akan tetapi justru melihat kejadian macet tanpa ada petugas yang mengatur. Akhirnya, kendaraan dipinggirkan dirinya mengatur lalu lintas.

“Ini sudah sering terjadi tapi tidak ada petugas yang benar-benar hadir setiap pagi membantu mengatur lalu lintas,” ungkapnya.

LPM Gunung Samarinda sudah mengirim surat kepada Dishub Balikpapan, lanjutnya untuk dapat mengatasi hal ini demi kenyamanan semua pengguna jalan. Namun, justru rambu-rambu jalan yakni pembatas jalan yang diletakkan pada pertigaan jalan kampung timur. “Tidak ada pengaruhnya rambu jalan itu. Sebenarnya malah tambah macet, karena para pengendara biasa bisa menyalip. Jadi tidak bisa,” ungkapnya.

Seharusnya petugas berjaga setiap hari di wilayah itu khususnya pagi hari, karena arus pengguna jalan dilintasi anak-anak berangkat sekolah, para pekerja termasuk orang yang akan belanja. Sehingga menimbulkan kemacetan.

“LPM Gunung Samarinda meminta, agar kemacetan setiap pagi dapat teratasi dan berharap petugas dapat membantu arus jalan di tempat tersebut,” ujarnya.

Salah seorang penjual minuman di sekitar area tersebut mengatakan memang setiap pagi macet. “Tidak ada yang mau mengalah,” imbuh wanita berhijab yang tidak mau disebutkan namanya. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.