BeritaKaltim.Co

Acara Mubes Warga Batak Samarinda Diisi Dialog Kebangsaan dan Malam Seni

BERITAKALTIM.CO- Acara Musyawarah Besar Kerukunan Masyarakat Batak (Mubes KMB) Nauli ke-3 di Kota Samarinda dirangkai dengan sejumlah kegiatan lain, diantaranya Dialog Kebangsaan dan Malam Seni Budaya Batak. Seluruh acara dipusatkan di gedung Plenary Convention Hall Sempaja Samarinda.

Dari jadwal yang dibuat Panitia Mubes diumumkan penyelenggaraan berlangsung sejak 29 sampai 30 Juli 2022. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Steering Committe Halomoan Tampubolon segala persiapan terus dilakukan.

“Ya, kita sudah siap. Undangan juga sudah beredar baik kepada peserta Mubes dan peninjau, termasuk juga kepada narasumber Dialog Kebangsaan,” kata mantan Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Samarinda ini.

Menunjukkan kesiapan panitia pelaksana, hari Sabtu 23 Juli 2022 pagi para pengurus dan panitia melakukan cek gedung Plenary Convention Hall di kawasan komplek olahraga Sempaja Samarinda. Panitia juga melibatkan para aktivis mahasiswa IPAMASU (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Sumatera Utara) yang akan bertugas mengawal seluruh rangkaian acara Mubes.

“Tadi kami koordinasi dengan Ipamasu. Kami berbagi peran dan berbagi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing,” ujar Halomoan.

Untuk acara Mubes 3 KMB Nauli yang berlangsung 5 tahun sekali, menurut Ketua panitia OC (Organizing Committe) Charles Siahaan, sudah mulai dilakukan penjaringan calon ketua.

“Kami panitia OC diperintahkan untuk menjaring nama-nama calon ketua KMB, Jadi, formulirnya sudah kami sebarkan. Setiap organisasi marga yang menjadi anggota KMB, silakan isi formulir pencalonan siapa ketua KMB untuk lima tahun ke depan,” kata Charles.

Walaupun sudah dekat waktu penyelenggaraan, tapi sampai 23 Juli 2022 belum ada organisasi marga batak yang mengirim nama calonnya. Namun demikian panitia optimistis, seluruh organisasi marga batak yang menjadi peserta sudah mempersiapkannya.

DIALOG KEBANGSAAN

Sementara untuk acara Dialog Kebangsaan, tema yang dipilih adalah “Peluang dan Tantangan Ibu Kota Nusantara”. Rencananya dihadirkan Gubernur Kaltim Isran Noor, Danrem 091 ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi dan juga Kepala Otorita IKN Bambangan Susantono.

Menurut Charles Siahaan, peserta Dialog Kebangsaan adalah warga batak, termasuk para intelektualnya dari berbagai profesi. Momentum ini sangat penting, karena warga Batak yang tinggal di Kaltim sepakat untuk berperan nyata dalam pembangunan maupun mengisi jalannya IKN. #

 

Comments are closed.