BERITAKALTIM.CO- Rektor Unmul Profesor Dr Masjaya yang juga Tim Ahli dalam Badan Transisi Otorita IKN (Ibu Kota Negara) menguraikan bagaimana kerja lembaga baru yang bertanggungjawab atas berdirinya IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara. Saat ini Badan Otorita IKN sudah mulai bekerja dengan berkantor di Menara Mandiri Jalan Sudirman Jakarta.
Hal itu disampaikan Prof Masjaya dalam acara “Dialog Kebangsaan” yang menghadirkannya sebagai narasumber, bersama Kepala Bappeda Kaltim Prof Dr Ir HM Aswin dan Kasie Ops Korem 091 ASN Kolonel Inf Ricky Simarmata. Acara Dialog Kebangsaan digelar oleh KMB (Kerukunan Masyarakat Batak), dalam kaitan penyelenggaraan Mubes (Musyawrah Besar) 3 organisasi massa itu.
“Hanya saja menyangkut anggaran, saat ini masih bergabung ke Sekretariat Negara yang dipimpin Mensesneg Ir Pratikno,” ujar Prof Masjaya pada saat menyampaikan materinya, Sabtu (30/7/2022) di Convention Hall Sempaja Samarinda.
Prof Masjaya menguraikan, pembangunan IKN sudah dimulai dengan membangun lebih dulu kawasan pemerintahan seperti istana presiden. Proyek istana presiden dan lingkungannya sudah selesai ditender dan sudah ada juga kontraktor yang memenangkannya.
“Pembangunan IKN dilakukan bertahap. Sampai tahun 2024 ini hanya sampai kawasan pemerintahan. Dananya sebagian besar dari APBN. Sedangkan kawasan lainnya sedang dicari investor. Ada kemungkinan dari timur tengah, rusia dan sebagainya,” ucap Masjaya.
Rektor Unmul itu mengurai mengenai kebutuhan IKN saat ini maupun pada masa mendatang. Karena yang ada sekarang adalah pekerjaan besar, maka yang diperlukan adalah tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi dengan dilengkapi sertifikasi.
Masjaya sudah menelusuri tentang ketersediaan tenaga kerja ini. Selain melakukan pemetaan di kawasan Sepaku Penajam Paser Utara yang menjadi titik nol pembangunan IKN, juga mendata kemampuan BLKI (Balai Latihan Kerja Indonesia) di daerah ini.
“Kendalanya adalah, BLKI kita saat ini hanya mampu melaksanakan dua kali pelatihan. Di mana dalam setiap kali pelatihan hanya meluluskan 16 orang. Jadi hanya 32 orang setahun. Sementara untuk IKN tahun depan saja diperlukan 200 ribu orang,” kata Masjaya.
Tim ahli Badan Otorita ini mengajak warga Batak di seluruh Kaltim terlibat memikirkan hal ini. Mencari solusi agar pemenuhan tenaga kerja bisa diberikan secara maksimal oleh putra-putri Kalimantan Timur, termasuk dari warga Batak yang sudah bermukim di Kaltim.
Masjaya mendorong warga Batak juga sudah mulai mendata berapa banyak potensi warganya yang telah memiliki keahlian dan memiliki sertifikasi. Dia berharap, dari pertemuan Dialog Kebangsaan itu lahir sebuah rekomendasi, tidak hanya pokok-pokok pemikiran, tapi juga data-data sumber daya manusia dari etnis Batak dan keahliannya.
“Kalau itu sudah ada, alhamdulilah. Kalau belum ada, ya ayo kita adakan,” ajak Masjaya. #
Comments are closed.