Besok Komisi III DPRD Inspeksi Pengupasan Lahan Penyebab Banjir Balikpapan

oleh -219 Dilihat
RDP Komisi III DPRD Kota Balikpapan bersama mitra kerjanya di ruang rapat gabungan DPRD kota Balikpapan. Foto : Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Komisi III DPRD kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umun (DPU), Disperkim, Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP untuk membahas dampak banjir di kota Balikpapan.

Usai RDP, Ketua Komisi III DPRD Alwi Al Qadri mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat, pertama masalah penanganan banjir dan rentetannya yang sangat panjang hingga membahas pengupasan lahan (galian C).

Apalagi infomasi yang didapat, sangat banyak galian C yang ilegal yang tidak diketahui Dinas perizinan maupun DLH.

“Jadi percuma Pemkot menganggarkan miliaran penanganan banjir dari hulu ke hilir, jika pengupasan lahan dibiarkan,” tegas Alwi didepan awak media, Senin (18/7/2022).

Menurutnya jika hal seperti ini dibiarkan, tentu dampaknya akan makin parah, contohnya Sungai Ampal dan MT Haryono. Dan akhirnya DPRD berdiskusi kepada dinas terkait agar segera dapat mengatasi, seperti masalah perizinannya.

Untuk mengatasi permasalahan banjir, pihaknya akan membentuk kelompok kerja (Pojka) yang melibatkan dinas terkait. Bahkan setiap Selasa tim Pokja akan turun ke lapangan, baik masalah galian C atau pengembang nakal.

“Karena banyak pengembang nakal yang tidak memiliki bozem dan drainase yang baik. Karena di Balikpapan sendiri ada 30 lebih titik banjir,” imbuhnya.

Yang jelas, komisi III sangat serius untuk mengatasi masalah banjir, maka itu ia sampaikan kepada Satpol PP jangan cuma tajam di bawah tumpul di atas. Ketika ada galian C yang dijaga oknum pihaknya justru balik kanan.

“Mohon maaf, ada kerjasama saya tidak tahu bentuk kerjasamanya. Yang jelas jangan tajam di bawah tumpul di atas. Giliran PKL garang, tapi giliran perusahaan yang mau didatangi lemah ada apa ini,” sambung Alwi.

Selain itu, lanjut Alwi, Banjir kerap terjadi karena ulah para pengembang yang tidak bertanggung jawab. Yakni tak menyediakan bozem dan pembangunan drainase yang dinilainya buruk.

” Rencana kami besok ada empat-lima titik akan meninjau langsung, setelah RDP langsung action. Bahwa kami serius komisi III, kami juga capek disurati warga maupun Ormas kok DPRD dalam hal ini komisi III lemah tidak turun ke lapangan,” katanya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.