Cegah Hoaks, Jurnalis Berikan Literasi Digital Bagi Pelajar SMA/SMK Se-Balikpapan

oleh -325 Dilihat
Deklarasi Anti Hoaks Pelajar bersama Narasumber sebagai bentuk komitmen upaya bersama melawan dan mencegah Hoaks. Foto : Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Gerakan Anti Hoaks Jurnalis Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Diskominfo Kaltim hadir memberikan literasi digital terkait menangkal hoaks bagi kalangan pelajar SMA/SMK se-Balikpapan.

Kegiatan ini diselenggarakan di SMA Negeri 5 Balikpapan dihadiri perwakilan forum OSIS SMA/SMK se-Balikpapan.

Literasi Digital Menangkal Hoaks juga berkolaborasi dengan para narasumber dari jurnalis senior Charles Siahaan selaku Ketua Gerakan Anti Hoaks Kaltim, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) selaku Pimpinan Redaksi Busam. Id Tri Wahyuni, Anggota DPRD Kaltim Dr. H. Rusman Ya’qub, serta Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal, Kamis (21/7/2022).

Literasi digital menangkal hoaks dirasa sangat penting untuk lebih mengenalkan bahaya hoaks. Mengingat saat ini para pelajar sangat rentan menerima informasi yang tidak benar. Hal ini dikarenakan kalangan muda setiap saat bersinggungan dengan penggunaan media sosial.

Selaku narasumber Jurnalis Senior Charles Siahaan yang sekaligus ketua gerakan anti hoaks Kaltim, memaparkan bahaya hoaks yang sering dijumpai di media sosial, salah satunya ganguan gangguan untuk mengubah ideologi bangsa Pancasila.

“Di media sosial, tiap hari anak anak banyak melihat hoaks, atau ganguan-ganguan yang ingin mengubah pancasila. Negara kita sangat maju tetapi masih ada kelompok atau jaringan teroris yang membuat kekacauan,” ucap Charles saat memberikan pemaparan kepada para pelajar.

Charles mengatakan, Hoaks dijadikan alat kelompok jaringan atau terorisme untuk mengacaukan ideologi bangsa dengan memproduksi berita berita negatif. Jaringan tersebut memiliki ciri cirinya yang didukung timnya, ada yang mendanai dan ada yang memproduksi. Charles menyinggung kasus donasi yang dilakukan sebuah kelompok bernama ACT, yang belakangan terdeteksi mengalirkan sumbangan masyarakat untuk gerakan organisasi terlarang.

“Jadi harus terus gencar memberikan edukasi dan literasi digital terkait menangkal hoaks untuk mencegah hal-hal negatif yang ada,” ucapnya.

Anggota DPRD Kaltim Dr. H. Rusman Ya’qub selaku nara sumber menyampaikan literasi digital ini dapat menekankan bahwa sebentar lagi tahun politik akan mulai memanas. Diwaspadai terkait berita-berita hoaks yang akan merajalela dan meningkat intensitasnya. Karena itu, pelajar harus dibekali ilmu dan pengetahuan yang lebih mendalam terkait disinformasi mengenai Pemilihan Umum (Pemilu) nantinya.

“Mereka harus memahami dunia Media Sosial (medsos) lebih dalam sehingga, mereka bisa menerima informasi dengan lebih bijak. Hoaks jelang pemilu harus bisa mereka pilih dan pilah lebih teliti agar tidak mudah terprovokasi,” ucapnya.

Rangkaian selanjutnya yakni tanya jawab yang dibatasi durasi waktu, dari pertanyaan nara sumber pelajar yang bisa menjawab pertanyaan diberikan hadiah sebuah buku yang berjudul “Perang Hoaks Mencari Sang Patriot”.

Selanjutnya pelajar bersama para narasumber membuat deklarasi anti Hoaks sebagai bentuk komitmen bersama melawan dan mencegah Hoaks. #

No More Posts Available.

No more pages to load.