Harga Cabai Masih Belum Stabil, Ini Penjelasan Kepala DP3 Balikpapan

oleh -191 Dilihat
Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Heria Prisni. Foto : Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Kenaikan harga cabai di pasar tradisional Balikpapan rata-rata alami kenaikan, salah satunya di Pasar Tradisional Pandansari. Hal seperti ini tidah hanya dikeluhkan pedagang tetapi juga pembeli, yang merasakan lonjakan harga.

Perihal naiknya harga cabai, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Heria Prisni menjelaskan, bahwa harga cabai naik juga berpengaruh dengan cuaca, karena di bulan April lalu curah hujan cukup tinggi, sehingga membuat para petani gagal panen dan produksi pun menurun sampai 50 persen.

“Jadi pembungaannya terhambat dan akhirnya buahnya sedikit, ditambah saat ini petani dihadapkan dengan kondisi hama penyakit,” ucap Heria kepada awak media, Selasa (19/7/2022).

Menurutnya, dulu petani bisa menghasilkan 20 ton dalam 1 heaktare, kini hasil panen tidak sampai 10 ton. Maka itu dikatakan bahwa hasil panen tahun ini sangat merosot sekali sampai 50 persen.

Sementara untuk harga cabai di pasaran bisa mencapai 100 ribu perkilo, karena di petani harga sudah diposisi 90 ribu. Maka para pedagang harus menyesuaikan biaya produksinya.

“Mengapa mahal, karena memang produksi mereka yang turun, sedangkan biaya produksi tinggi, maka itu harga disesuaikan agar mendapatkan keuntungan,” akunya.

Lanjutnya, bahkan untuk pasokan cabai dari Jawa dan Sulawesi juga berkurang. Karena informasinya petani disana juga terserang hama penyakit.

Ia berharap, mudah-mudahan 2 minggu kedepan hasil petani akan bagus kembali. Karena selain cabai, harga tomat maupun bawang merah pun juga alami lonjakan.

“Sejauh ini kita masih monitor, kalau sepanjang ini harga masih wajar, dari petani 90 ribu, pedagang jual Rp 100 ribu itu wajar,” tegasnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.