Jaga Prokes, Kasus Covid 19 di Kota Balikpapan Beranjak Naik

oleh -118 Dilihat
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Foto :Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID 19 Pemerintah Provinsi (Provinsi) Kalimantan Timur (Kaltim), menyatakan Kota Balikpapan masuk Zona Merah. Pasalnya, kasus aktifnya COVID 19 di atas 50 orang.

Akan tetapi, berbeda dengan Kementerian Kesehatan RI yang melakukan penilaian dengan banyak variabel dan menyatakan Kota Balikpapan masih masuk dalam PPKM Level 2.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan, jika kasus COVID 19 di Kota Balikpapan mulai beranjak naik saat ini. Berawal dari kasus pada claster pekerja Migas, khususnya bagian catering. Kemudian kasus kedua, ditemukan pada pekerja migas yang melakukan kerja secara on – off yang terdeteksi dari hasil skrining saat akan masuk kerja.

“Itu semuanya tanpa gejala, ataupun jika ada gejalanya, maka gejala ringan berupa batuk dan pilek yang tidak memerlukan masuk rumah sakit,” ujarnya kepada awak media, Selasa (12/7/2022).

Kasus ketiga ditemukan pada crew kapal minyak sawit yang seluruhnya WNA. Namun, kasus ini ditangani KKP Pelabuhan dengan melakukan swap dan PCR dan dilakukan karantina pada kapal tersebut sejauh 20 mil laut. “Inilah yang menyebabkan angka kasus COVID 19 di Kota Balikpapan langsung naik,” ungkapnya.

Dio sapaan karibnya mengatakan, jika trend kasus saat ini adalah claster keluarga yang pulang liburan dari Bali, Malang, Jogjakarta, Jakarta dan Bandung yang terbanyak.

“Jika satu anggota keluarga ditemukan, maka dapat dipastikan satu keluarga akan tertular. Sehingga kami harus melakukan tracing, dan ditemukanlah kasus yang telah terjadi penularan kasus pada seluruh peserta liburan keluarga tersebut,” terangnya.

Sehingga mengakibatkan kasus COVID 19 di Kota Balikpapan melonjak diatas angka 50 orang. Sedangkan, standar dari Satgas Penanganan COVID 19 Pemprov Kaltim, jika ada kasus aktif diatas 50 orang maka Kabupaten-Kota tersebut dinyatakan masuk Zona Merah dan penilaian ini berbeda dengan yang dilakukan Kemenkes RI.

Satgas Penanganan COVID 19 Pemprov Kaltim berdasarkan jumlah angka kasus aktif, sedangkan Kemenkes RI melakukan penilaian berdasarkan banyak variable yakni bukan hanya angka kasus saja melainkan penilaian jumlah angka kematian, BOR di rumah sakit, kenaikan kasus, trecing dan tracking dan vaksinasi.

Berdasarkan penilaian Kemenkes RI sampai tanggal 9 Juli 2022 menilai Kota Balikpapan masih berada pada status PPKM Level 2. Sebaliknya oleh Satgas Penanganan COVID 19 Pemprov Kaltim, jika Kota Balikpapan ditetapkan sebagai Zona Merah.

Hingga saat ini, data kasus COVID 19 di Kota Balikpapan yang tercatat di Dinkes Kota Balikpapan sebanyak enam orang dirawat di Rumah Sakit dengan kriteria sedang dan ada lansia dengan komorbit. Sebanyak 50 orang yang melakukan isolasi mandiri.

Dio menambahkan, jika dua pekan lalu Menteri Kesehatan RI telah menyampaikan mengenai kasus COVID 19 di Indonesia yang terus bergerak naik, semenjak adanya varian baru BA-4 dan BA-5 di Jawa dan Bali. Khusus di Jakarta yang penularannya sangat cepat.

“Kejadian sebelumnya, gelombang 1,2 dan 3, jika terjadi kenaikan kasus di Jawa dan Bali, maka Kota Balikpapan perlu waspada karena sebagai pintu masuk Kaltim. Mobilitas warganya sangat tinggi,’’ pungkasnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.