Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Jadi Asal Muasal Idul Adha

oleh -278 Dilihat
Foto ilustrasi. Hewan kambing yang menjadi kurban perayaan Idul Adha. Foto: Ist

BERITAKALTIM.CO- Umat Islam merayakan hari raya Idul Adha 1443 H pada Minggu (10/7/2022). Bahkan untuk Muhammadyah sudah merayakan lebih dulu hari Sabtu (9/7/2022). Jika ditarik ke belakang, perayaan Idul Adha itu sekaligus mengenang wujud cinta Nabi Ibrahim terhadap Allah SWT.

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail jadi asal muasal Idul Adha. Ismail merupakan anak yang dinantikan Ibrahim. Kala Ismail lahir, Allah meminta Ibrahim membawa sang istri, Siti Hajar, dan anak mereka keluar dari Palestina.

Mereka menyusuri padang pasir yang gersang hingga tiba di lembah tandus yang disebut Lembah Bakkah (kini Mekkah). Sungguh tidak mudah bertahan hidup di lembah ini, apalagi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Ismail dengan makanan dan minuman seadanya.

Akan tetapi, Ibrahim berserah pada Allah dalam ketakutan dan kekhawatirannya. Berkat kemurahan Allah, Ismail dan Siti Hajar mampu bertahan hidup. Ismail pun tumbuh besar di Mekkah di bawah didikan kedua orang tuanya.

Hingga suatu ketika, Ibrahim bermimpi bahwa Allah SWT memerintahkannya untuk menyembelih Ismail.

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” kata Ibrahim pada Ismail, sesuai surat As-Saffat ayat 102.

Meski demikian, Ismail tidak ragu dan meminta sang ayah mengikuti kehendak Allah SWT.

“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,” ucap Ismail.

Sebelum penyembelihan, Ismail menyampaikan beberapa permintaan terakhirnya.

Pertama, Ismail minta diikat dengan tali agar tidak meronta. Kedua, pisau harus diasah tajam agar tidak kesakitan. Kemudian ia juga meminta agar pakaian yang dikenakannya diberikan pada ibunda tercinta, Siti Hajar sebagai kenang-kenangan.

Ibrahim membaringkan sang putra dan mulai menghunus pisaunya. Namun pisau yang tajam itu tidak mampu menyayat kulit Ismail.

Allah SWT pun melihat cinta dan ketulusan Ibrahim dan mengganti Ismail dengan seekor kambing.

“Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (surat As-Saffat 104-107).

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail pun kini dikenang lewat perayaan Idul Adha atau juga bisa disebut sebagai hari raya qurban. #

No More Posts Available.

No more pages to load.