Konser Musik Salah Satu Penyumbang Pajak Hiburan Terbesar di Balikpapan

oleh -233 Dilihat
Kepala Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan Idham. Foto : Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, menyebut presentasi target pajak hiburan saat ini telah melampaui target yang telah ditetapkan.

Kepala BPPDRD Balikpapan Idham mengatakan dari target pajak hiburan senilai Rp 6 miliar per tahun. Saat ini dipastikan telah melebih target yakni sekitar Rp 8 Miliar khusus untuk pajak hiburan.

“Saat ini sudah melebihi target 130 pesen, jadi sudah masuk sekitar 8 miliar,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/7/2022).

Idham mengakui bahwa kontribusi terbesar pajak hiburan ini juga tak terlepas dari sejumlah event atau konser musisi ibu kota yang tampil di Balikpapan beberapa waktu yang lalu.

” Jadi persentase pajak yang mereka bayar dari tiket yang mereka jual, itu 25 persen. Itu langsung masuk ke Kas Daerah (Kasda). Jadi semakin banyak event atau konser maka semakin banyak pula yang masuk ke Kasda Balikpapan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia terangkan, pajak hiburan disini tidak hanya meliputi event konser saja, akan tetapi bioskop, Tempat Hiburan Malam (THM),PAP dan Diskotik, Karaoke dan Billiard juga itu masuk dalam kategori pajak hiburan.

” Meski demikian, untuk konser kontribusinya untuk pajak daerah lumayan besar,”jelasnya.

Berkaitan dengan kontrol pemotongan pajak dari tiket konser ini sendiri, Idam katakan. Polanya adalah karcis yang dijualkan oleh Event Organizer (EO) itu di porporasi dengan pihaknya yakni dengan melubangi tiket.

“Jadi mereka memberikan jaminan dulu ke kami. Jadi nanti ketika mereka selesai konser mereka akan menyetorkan jumlah tiket yang terjual dan terbayar, kemudian nanti dipotong sebesar 25 persen,” ujarrnya.

Tak sampai disitu, untuk tiket yang dijualkan juga pihaknya kontrol,kemudian di lapangan pun selalu ada tim yang melakukan pengawasan.

Petugas di lapangan ini, mereka menghitung berapa jumlah real penonton yang masuk berdasarkan tiket di lapangan. Ketika memang nanti jika ditemukan jumlah tiket lebih melebihi dengan jumlah tiket yang diporporasi kan, pihaknya akan kenakan secara jabatan pajaknya.

“Jadi kita hitung berdasarkan hitungan kita sendiri. Jadi misalkan mereka melaporkan tiketnya 1000 saja, ternyata setelah tim kita turun dan menunggu disitu jumlahnya ada 2000 tiket yang terjual. Kami langsung tetapkan 2000 tiket yang terjual, dan kami langsung melakukan potong pajaknya 25 persen,” pungkasnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.