Pertanyakan Kekosongan Wakil Wali Kota, Aliansi Balikpapan Datangi DPRD

oleh -144 Dilihat
Aliansi Balikpapan Bersuara secara langsung disambut oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan Subari didampingi Ketua Pansus Tatib DPRD Balikpapan Simon Sulean. Foto : Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Puluhan masyarakat tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bersuara menggelar aksi menuntut kejelasan status Wakil Wali Kota Balikpapan yang saat ini kosong sejak 31 Mei 2021.

Kedatangan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bersuara secara langsung disambut oleh Wakil Ketua DPRD Subari, didampingi Ketua Pansus Tatib DPRD, Simon Sulean dengan melaksanakan audiensi di ruang rapat lantai dua Kantor DPRD Balikpapan, Kamis (21/7/2022).

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Balikpapan Bersuara, Tigor mengatakan, tujuan kedatangan masyarakat Aliansi Balikpapan Bersuara dalam rangka untuk menanyakan secara langsung kesiapan anggota DPRD Balikpapan khususnya Pansus mengenai kekosongan kursi jabatan Wakil Walikota (Wawali).

“Kami minta kejelasan sejauh mana dan langkah langkah apa yang telah diambil pansus terkait dengan kekosongan kursi jabatan walikota ini,” terangnya.

Berdasarkan hasil audiensi, informasi yang diterima dari Ketua Pansus Tatib bahwa tatib sudah disiapkan. Dewan juga dalam hal ini sudah menyiapkan alat perangkatnya untuk melakukan pemilihan wakil walikota Balikpapan.

“Hanya sampai ini dari Walikota Balikpapan belum memberikan jawaban atas calon-calon yang telah disodorkan,” jelasnya.

Diakuinya kekosongan walikota ini tentunya berdampak pada pemerintahan khususnya kebijakan-kebijakan yang diambil atau keputusan-keputusan Wawali dianggap sangat menentukan.

“Salah satunya ketika walikota berhalangan melakukan tugas keluar daerah. Harus ada wakil yang membackup. Sekarang kan yang ditunjuk hanya pelaksana tugas yang notabene nya belum tentu bisa mengambil kebijakan sesuai dengan walikota,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai tindak lanjut dari audiensi ini kedepan pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan walikota. Untuk menanyakan alasan kenapa sampai sejauh ini belum ada nama-nama yang dikirim ke anggota dewan untuk diajukan sebagai Wawali.

“Jika tidak digubris. Kami akan mengerahkan massa,” tuturnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.