Sebagai Penyangga IKN, Balikpapan Terancam Krisis Air

oleh -189 Dilihat
Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Manuntung Adi Supriadi. Foto : Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di Penajam Paser Utara (PPU) membuat Kota Balikpapan menjadi penyangga IKN. Hal itu berdampak kepada meningkatnya jumlah penduduk yang bermigrasi ke beberapa daerah di wilayah IKN termasuk ke Kota Balikpapan.

Dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, jumlah penduduk tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 6 ribu jiwa. Dimana sebelumnya 704.110 jiwa lebih dan saat ini telah mencapai jiwa. 710.000.

Peningkatan jumlah penduduk ini disebut-sebut akan menjadi salah satu pemicu krisis air bersih di Kota Balikpapan.

Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Manuntung, Adi Supriadi mengatakan, saat ini Perumdam Tirta Manuntung utama menghadapi dua permasalahan. Yakni angka kehilangan air yang cukup tinggi dan juga ketersediaan bahan baku air yang terbatas.

Untuk itu, pihaknya masih berupaya berkoordinasi dengan Badan Otoritas IKN terkait kepastian pasokan air bersih dari kawasan IKN untuk warga Kota Balikpapan.

Dari informasi awal yang diterimanya, bahwa akan ada sekitar 500 liter per detik pasokan air yang akan dipasok ke wilayah Kota Balikpapan. Namun dirinya, belum mengetahui pasti apakah pasokan tersebut dalam bentuk air bersih atau air baku, termasuk instansi air minum yang akan dipergunakan.

“Belum tahu apakah itu dalam bentuk air baku atau air bersih. Dan kita juga masih proaktif untuk menanyakan ke PUPR seperti apa pasukan air yang akan diberikan tersebut,” katanya, Kamis (14/7/2022).

Meski ada harapan akan ada penambahan pasokan air dari kawasan IKN, pihaknya tidak menjamin pasokan tersebut dapat mencukupi kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan dalam jangka panjang.

“Sekitar 500 liter per detik dari kawasan ikm tersebut itu bisa mengatasi dalam jangka pendek, mengatasi sekitar 60.000 pelanggan baru. Tapi kalau dengan ada hitungan bahwa kota Balikpapan ini akan ada penambahan jumlah penduduk dari 700 jiwa sampai dengan satu juta jiwa maka tambahan 500 liter per detik tersebut tidak akan cukup,” ujar Adhi Supriadi.

Saat ini, kapasitas yang dimiliki oleh Perumda Tirta Manuntung sebagai operator air bersih hanya sebesar 1.510 liter per detik, memenuhi sambungan 114.000, atau sekitar 78 persen dari penduduk Balikpapan.

“Ini tentunya menjadi PR dan tantangan kita ketika terjadi gelombang migrasi penduduk akibat adanya IKN. Bagaimana nanti solusinya, karena memang persoalan utama kita adalah ketersediaan air baku,” tutupnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.