Varian BA5 Terdeteksi di Balikpapan, Pemkot Minta Masyarakat Waspada

oleh -162 Dilihat
Satuan Tugas penanganan Covid-19 gelar Pers Rilis Covid-19 di Lobi Pemkot Balikpapan. Foto:Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan menyampaikan perkembangan Covid -19 di kota Balikpapan yang saat ini berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 hingga 1 Agustus 2022.

“Total (kumulatif sejak awal pandemi) positif 12 Juli berjumlah 53.847 kasus, dirawat 7 kasus dan isoman 60 kasus, sembuh 51.822 kasus dan 1.958 meninggal dunia,” ujar Asisten I yang mewakili Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan Syaiful Bahri dalam konfrensi pers, Selasa (12/07/2022).

Syaiful meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun situasi melanda . Karena telah merebaknya varian baru COVID-19 BA5 dan BA4 yang kini jadi perhatian.

“Karena masih ada beberapa yang sekarang masih ngetrend BA5 dan BA4 ini yang harus jadi perhatian. Walaupun tingkat keganasannya tidak seperti COVId-19 delta,” ucapnya.

Sementara itu, Juru bicara Satgas Covid-19 kota Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty mengatakan, pihaknya sudah mengirim 15 sampel whole genome sequencing (WGS) dari pasien terkonfirmasi positif. Hasilnya enam sampel terkonfirmasi positif varian BA5. Ke enam pasien ini, sudah selesai menjalani masa isolasi dan dalam kondisi baik.

“Mereka semua laki-lai, ada dua warga luar Balikpapan dan empat ber-KTP Balikpapan. Dua warga luar Balikpapan merupakan pelaku perjalanan dari Surabaya dan Jakarta,” ucap Dio panggilan akrabnya.

Dio menjelaskan ciri penularan Varian BA5 lebih cepat ketimbang varian omicron. Mereka yang terpapar umumnya mengalami gejala mulai batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga demam.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan memang cenderung meningkat dalam sepekan terakhir. Tercatat hingga saat ini ada 67 pasien yang terkonfirmasi Covid-19.

Tujuh di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit dengan gejala sedang. Sementara 60 pasien sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Mayoritas pasien yang terpapar baru saja melakukan perjalanan dinas keluar kota. Fenomena ini berbanding terbalik jika dibandingkan yang terjadi dua pekan sebelumnya. di mana, klaster pekerja migas dan pertambangan cukup mendominasi,” jelasnya.

Bahkan dua hari terakhir ditemukan penyebaran Covid-19 sudah menemukan transmisi lokal dari sebelumnya rata-rata kasus COVID-19 berasal dari pekerja tambang batubara dan migas termasuk pelaku perjalanan domestik.

“Dua hari ini kita sudah menemukan kasus warga yang tidak melakukan perjalanan sama sekali artinya ini diduga transmisi lokal. Memang dua minggu lalu semua kasus impor,” ujarnya.

“Oleh sebab itu kami minta masyarakat kembali waspada dan disiplin menjalankan prokes,” ucapnya.

“Memang ketentuan nasional di area terbuka dan tidak padat masyarakat itu boleh membuka masker, namun di aera terbuka padat orang diharapkan tetap memakai masker, apalagi yang berada di dalam ruangan.” tutupnya. #

No More Posts Available.

No more pages to load.