BeritaKaltim.Co

Teatrikal “Kemerdekaan” Anak SMPN 2 di Desa Batuah

BERITAKALTIM.CO- Ada banyak ekspresi dalam perayaaan hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia yang berlangsung hari Rabu 17 Agustus 2022 lalu. Bahkan warga di pelosok desa, ada yang merayakannya dengan mengekspresikan dalam bentuk teatrikal.

Di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, anak-anak pelajar menampilkan sebuah cerita perjuangan meraih kemerdekaan. Para pejuang yang berani mati melawan penjajah, mengorbankan nyawa, demi mengibarkan bendera merah putih.

Penampilan mereka membangkitkan semangat heroisme. Saat mereka memperagakan korban-korban perang, tangis haru dan kecintaan mereka membela sang saka Merah Putih.

Ada ratusan warga, bersama bhabinkamtibmas dan Babinsa, pelajar, hadir di halaman Desa Batuah. Bahkan datang juga dari desa tetangga mereka, Desa Tani Harapan, bersama-sama melaksanakan upacara bendera.

Anggota DPRD Kutai kartanegara Johansyah, memilih bergabung dengan warga Desa Batuah pada hari spesial itu. Maklum saja, wakil rakyat dari Partai Golongan Karya itu pernah selama 11 tahun menjadi Kepala Desa Batuah.

“Saya sengaja memilih merayakan upacara bendera di Desa Batuah ini. karena ini kampung saya. Saya memimpin warga desa ini sebagai kepala desa hampir selama 12 tahun. Jadi, saya ingin bersilaturahmi, sekaligus memastikan upacara hari kemerdekaan di sini tetap berjalan dan tambah baik,” ucap Johansyah, anggota DPRD Kukar.

Seperti perayaan upacara bendera hari kemerdekaan di seluruh pelosok Indonesia, di Desa Batuah upacara dilaksankan dengan penuh khidmad. Tampil sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, sedangkan pembaca teks proklamasi Ketua Badan Permusyaratan Desa, Musbih Ahmad.

“Ini kegiatan rutin tahunan. Kami bersama unsur pemerintah, keamanan, pelajar dan warga mengadakan upacara bendera merayakan HUT Kemerdekaan ke-77,” ujar Abdul Rasyid.

Seni teatrikal mengenang perjuangan para pahlawan, dipersembahkan oleh anak-anak SMP Negeri 2. Menurut Kepala Desa Batuah, para pelajar itu mendapat bimbingan dari mahasiswa- mahasiswi yang sedang KKN atau kuliah kerja nyata di desa itu. #

 

Comments are closed.