BERITAKALTIM.CO- Polemik rendahnya serapan anggaran disejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya disoroti oleh anggota DPRD Kaltim, namun juga sorotan tersebut datang dari kalangan lembaga mahasiswa.
Sorotan itu disuarakan juga oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Kalimantan Timur (GM Pekat). Melalui ketua hariannya, Adik Afriansyah menuturkan bahwa rendahnya serapan anggaran itu sangat merugikan masyarakat Kaltim pada umumnya. Sebagai contoh yakni ada kegiatan perbaikan dan pembangunan jalan tertunda diduga karena polemik internal SKPD terkait.
“Hal itu tentu sangat merugikan masyarakat,” ucapnya. Senin (29/8/2022).
Sebagai contoh ialah salah satu dugaan penyebab rendahnya serapan anggaran yakni ketidaksingkronan pendapat antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Kelompok Kerja (Pokja), serta Unit Layanan Pengadaan (ULP).
“Ya kita lihat tu serapan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kalimantan Timur, salah satu contohnya,” ujar mahasiswa Unmul tersebut.
Selain itu, mekanisme pengadaan yang diperketat harusnya juga mengedepankan kepentingan masyarakat, jangan karena aturan tapi kepentingan masyarakat terabaikan, menurut aturan atau mekanisme itu ada karena ingin mengakomodir kepentingan masyarakat tanpa merugikan pihak lain.
“Tentu masyarakat dan kepentingan masyarakat dikedepankan, bukan kepentingan oknum pejabat, atau golongan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Adi Afriansyah menjelaskan salah satu dugaan yang sering terjadi yakni terdapat “jagoan” untuk memenangkan kegiatan atau proyek tertentu.
“Maksud saya jangan memaksakan kehendak dan kepentingan pribadi dan golongan tapi mengabaikan kepentingan masyarakat umum,” paparnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Gubernur Kaltim mengevaluasi dan memonitor SKPD yang masih rendah dan memberikan arahan agar serapan anggaran untuk kepentingan masyarakat tersebut dapat segera diperbaiki dan tinggi. Apabila serapan anggaran tinggi tentu masyarakat mendapatkan dampaknya.
“Dampaknya kan yakni pembangunan yang merata, perbaikan infrastruktur yang baik dan otomatis roda perekonomian lancar,” tutupnya. #
Comments are closed.