BeritaKaltim.Co

Ini Penjelasan LPM Manggar Terkait Harga Tiket Konser Sound Session

BERITAKALTIM.CO- Viralnya tarif parkir di area sekitar Stadion Batakan Balikpapan yang ditetapkan Rp 40 ribu untuk mobil dan Rp 10 ribu untuk motor saat konser Sound Session dikeluhkan para penonton.

Tingginya tarif parkir, untuk satu konser yang berlangsung hampir enam jam, terutama untuk mobil dianggap warga yang menonton jauh diatas tarif parkir resmi. Bahkan dalam tiket parkir yang memuat nama LPM Manggar, juga menyebutkan ketentuan bahwa tanggung jawab terjadinya kerusakan atau kehilangan dan lainnya tidak turut ditanggung pengelola.

Menanggapi hal tersebut, ketua LPM Manggar Gasali menyampaikan bahwa keberadaan lembaga pemberdayaan masyarakat turut dilibatkan oleh panitia konser sebagai pengelola parkir pada even besar di Balikpapan dan Kaltim ini.

Pihaknya sebenarnya tidak mengambil keuntungan dari pengelolaan parkir di Stadion Batakan hanya mewadahi sejumlah Ormas yang mengajukan untuk mengelola parkir pada saat ada acara di Stadion tersebut.

Gasali menyebut total ada 28 ormas yang terlibat dalam kegiatan penarikan tarif parkir di Stadion Batakan Balikpapan.

“Kalau bicara pengelola memang kita mengatasnamakan LPM Manggar, tapi di dalam itu sebagaimana hanya untuk mewadahi ada 28 OKP dan Ormas yang bergabung di situ,” terangnya.

Ditambahkannya, sesuai kesepakatan bersama Ornas, bahwa uang yang terkumpul akan dibagi rata-rata ke masing-masing Ormas.

Ia membenarkan bahwa uang parkir dikumpulkan tidak ada yang disetor ke Kas Daerah, seluruhnya dibagi rata dengan ormas yang terlibat.

“Hasil kesepakatan yang kemarin itu semua OKP dibagi rata. Murni kami tujuannya turun ke sana, bukan untuk mencari sesuap nasi, tapi lebih menjaga kondusifitas ketertiban yang ada di Balikpapan Timur,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tidak semua lahan parkir yang di Stadion Batakan Balikpapan dikelola oleh LPM Manggar, karena ada lahan yang diluar langsung dikelola oleh pemilik lahan.

Sehingga dirinya mengaku dalam kegiatan konser sound season, dari para Ormas pihaknya hanya mengumpulkan uang parkir sebesar Rp 28 juta, dikurangi biaya makan dan minum sekitar 4 juta.

“Saya menjaga agar Ormas ini tidak terjadi bentrok miskomunikasi makanya saya turun, sehingga diwadahi bersama-sama. Pada dasarnya LPM tidak mencari sana,” ungkapnya.

Mahalnya tiket parkir ini dikeluhkan sejumlah penonton konser sound session, warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara Sandytriani mengaku, dirinya langsung dimintai uang parkir ketika baru turun dari kendaraan yang dikendarainya. Dirinya kemudian dimintai uang Rp 20 ribu oleh salah seorang petugas parkir.

“Padahal yang tertulis di karcis itu kan Rp 10 ribu, saya dimintainya Rp 20 ribu. Dan baru saja turun dari sepeda motor, saya sudah disuruh bayar tiketnya,” ujar sandy.

Tidak hanya itu, salah seorang petugas parkir berkata kepada dirinya, apabila tidak mau membayar, silahkan parkir di tempat lain.

“Kalau gak mau, gak usah parkir disini,” ucapnya menirukan perkataan salah seorang petugas parkir tersebut. #

Comments are closed.