BeritaKaltim.Co

Wali Kota Balikpapan Soroti Mahalnya Karcis Parkir Konser Musik di Batakan

BERITAKALTIM.CO- Viralnya tarif parkir di area sekitar Stadion Batakan Balikpapan yang ditetapkan Rp 40 ribu untuk mobil dan Rp 10 ribu untuk motor saat konser Sound Session dikeluhkan para penonton.

Tingginya tarif parkir, untuk satu konser yang berlangsung hampir enam jam, terutama untuk mobil dianggap warga yang menonton jauh di atas tarif parkir resmi. Bahkan dalam tiket parkir yang memuat nama LPM Manggar, juga menyebutkan ketentuan bahwa tanggung jawab terjadinya kerusakan atau kehilangan dan lainnya tidak turut ditanggung pengelola.

Terkait keluhan masyarakat mengenai harga karcis parkir di Stadion Batakan pada saat acara konser musik beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Wali kota Balikpapan Rahmad Masud.

“Nanti kita coba telusuri terlebih dahulu,” ucap Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud kepada ditemui awak media di kantor pemerintah kota Balikpapan, Selasa (30/8/2022).

Rahmad mengatakan, untuk pengelolaan karcis parkir acara Sound Session yang digelar di stadion Batakan memang bukan kerja sama dengan Pemerintah kota Balikpapan sehingga tidak ada kas daerah masuk.

Menanggapi adanya parkir didalam area stadion yang dipungut karcis parkir , Rahamad katakan, akan melihat dulu permasalahannya karena stadion Batakan merupakan aset pemerintah kota Balikpapan.

“Kita tanyaan dulu, gak boleh sebenarnya, tapi kita lihat dulu apa penyebabnya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, ketua LPM Manggar Gasali mengatakan, Pihaknya sebenarnya tidak mengambil keuntungan dari pengelolaan parkir di Stadion Batakan hanya mewadahi sejumlah Ormas yang mengajukan untuk mengelola parkir pada saat ada acara di Stadion tersebut.

“Total ada 28 ormas dan OKP yang terlibat dalam kegiatan penarikan tarif parkir di Stadion Batakan Balikpapan,” ucapnya.

Ia membenarkan bahwa uang parkir dikumpulkan tidak ada yang disetor ke Kas Daerah, seluruhnya dibagi rata dengan ormas yang terlibat.

“Kesepakatan, hasil yang kemarin itu semua OKP dibagi rata. Murni tujuannya turun ke sana, bukan untuk mencari sesuap nasi, tapi lebih menjaga kondusifitas ketertiban yang ada di Balikpapan Timur,” ucapnya. #

Comments are closed.