BeritaKaltim.Co

Cegah Penyebaran Paham Radikal, Eks Napiter Minta Pemuda Bijak Bermedia Sosial

BERITAKALTIM.CO- Media sosial bukan saja menjadi tempat mengekspresikan diri dan bersosialisasi tanpa memandang lokasi. Namun juga media dalam jaringan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menghasut dan menyebarkan paham radikalisme seperti yang dilakukan oleh kelompok teroris untuk merekrut anggota baru.

Hal itu ditegaskan oleh Muhammad Zulkifli mantan Narapidana Terorisme (Napiter) yang sebelumnya masuk dalam kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia bertugas sebagai penyebar paham radikalisme yang intens di media sosial seperti Facebook, Telegram, Instagram dan Whatsapp.

“Dulu saya gabung dengan kelompok terorisme bertugas sebagai penyebar paham di media sosial. Maka dari itu pesan saya kepada generasi muda bijak dalam menggunakan media sosial dan hindari narasi- narasi kepada pemahaman intoleransi, pemahaman radikalisme, membenci kepada pemerintah, institusi Polri dan TNI. Karena melalui narasi itulah pemahaman terorisme masuk ke dalam diri kita dari kalangan siapa saja,” bebernya usai menjadi pemateri dalam kegiatan Seminar Kebangsaan dengan tema Memperkuat Nilai-nilai Pancasila guna mencegah paham inteloran dan radikalisme di lingkungan sekolah yang digelar di Ballroom Hotel Menara Bahtera Balikpapan, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya media sosial menjadi tempat yang aman serta efisiensi dalam menyebarkan paham radikalisme dan merekrut anggota baru untuk kemudian dibaiat.”Hindari pengajian yang sifatnya itu mendiskreditkan pemerintah atau membenci pemerintah karena banyak penggajian disebarkan media sosial.”jelasnya.

Pria yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror pada tahun 2019 lalu atas keterlibatan aksi teror JID yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) meminta kepada generasi muda untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Memperbanyak tentang Indonesia bagaimana mencintai negara mencintai pemerintah, menghargai sesama jadi pelan- pelan kita bisa membentangi diri sendiri di mana pemahaman terorisme ini sangat intoleran sekali dan dia sangat membenci perbedaan.”katanya yang baru bebas 2021 lalu dari Lapas Samarinda.

Dia menegaskan saat ini sudah kembali ke NKRI dan akan menolak keras adanya paham radikalisme dan inteloran di Indonesia. “Jadi kalau lihat perbedaan dia (Kelompok Teroris,Red) akan membenci maka kita harus banyak mencintai Indonesia dan jaga negara kita hidup rukun sesuai dengan amanah Undang-Undang Pancasila Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya. #

Comments are closed.