Budiono Tentang Almarhum Imdaad Hamid: Penuh Nasehat untuk Kemajuan Balikpapan

oleh -178 Dilihat
Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Budiono saat takziah ke rumah duka. Foto :Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO – Duka mendalam dirasakan seluruh warga Kota Balikpapan. Kehilangan salah satu sosok pemimpin berpengaruh dan bergemilang prestasi saat menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan periode 2001-2011, H. Imdaad Hamid.

Hal itu juga dirasakan oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono. Ditemui di rumah duka H Imdaad Hamid, Budiono yang ditemani rombongan DPRD Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan turut berduka atas kepulangan H. Imdaad Hamid.

Budiono menilai sosok Imdaad Hamid adalah orang yang santun, ramah dan tentunya penuh dengan nasehat-nasehat yang berguna untuk kemajuan kota balikpapan.

Selain itu, Budiono juga mengungkapkan jasa almarhum Imdaad Hamid masih dirasakan warga Balikpapan hingga saat ini.

“Diantaranya karena beliau, sampai hari ini rakyat menikmati Perda kebijakan melarang galian C atau aktivitas tambang di Kota Balikpapan,” kata Budiono di rumah duka, Jl Wiluyo Puspoyudo, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, Rabu (3/8/2022).

“Beliau juga pencetus Kota Mahdinatul Iman serta perjuangan untuk sekolah gratis,” lanjut Budiono.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan juga menyampaikan, karena jasa besar almarhum Imdaad Hamid, menjadi dasar dari kebijakan-kebijakan pemimpin Balikpapan sampai saat ini terutama berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

“Kami dekat beliau karena beliau salah satu ketua PA GMNI Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur saat itu. Dekat dengan kami karena searah dan seperjuangan dengan kami,” ujarnya.

“Kami dari fraksi PDI perjuangan dan seluruh jajaran anggota PDI Perjuangan Kota Balikpapan mengucapkan turut berduka cita yang sedalamnya. Semoga almarhum khusnul khotimah dan tentu jasa-jasa beliau kita rasakan sampai hari ini,” kata Budiono.

Budiono merasakan kebanggaannya atas kiprah almarhum Imdaad Hamid selama menjadi Wali Kota Balikpapan dua periode yakni tahun 2001-2011.

“Beliau pernah kita usung dari PDI perjuangan saat berpasangan dengan Bapak Rizal Effendi,” ucapnya.

H. Imdaad Hamid meninggal pukul 00.30 WIB di Jakarta malam tadi. Jenazah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), tiba di rumah duka sekitar pukul 15.22 WITA. Jenazah disholatkan di Masjid Agung At Taqwa lalu kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Dharma Agung dalam usia 78 tahun. #

No More Posts Available.

No more pages to load.