Di Depan Warga Batak, Aswin: Jangan Sampai IKN Gemerlap, Sekitarnya Gelap

oleh -
Prof Dr Ir HM Aswin, Kepala Bappeda Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Acara “Dialog Kebangsaan” yang digelar KMB (Kerukunan Masyarakat Batak), Sabtu (30/7/2022) menghadirkan tiga narasumber, yaitu Gubernur Kaltim diwakili oleh Kepala Bappeda Prof HM Aswin, Rektor Unmul Masjaya yang juga Tim Ahli Badan Otorita IKN dan Danrem 091 Aji Suryanatakusuma diwakili oleh Kolonel Inf Ricky Budi M. Simarmata , S.Sos.

Diikuti peserta sekitar 300 orang, Kepala Bappeda Prof Dr Ir HM Aswin mengurai banyak hal terkait dukungan Pemprov atas gagasan pemindahan ibu kota negara.

Aswin memulai pemaparannya dengan menyampaikan profile Kalimantan Timur yang sudah terkenal sejak zaman Belanda sebagai penghasil minyak dan gas bumi, hasil hutan serta tambang batu bara. Sumber daya alam yang melimpah itu membuat Kaltim provinsi yang memberikan sumbangsih besar bagi Indonesia.

“Kalimantan Timur ini sangat terbuka. Terbukti pada hari ini digelar musyawarah besar masyarakat batak di Samarinda. Itu menunjukkan keterbukaan warga kalimantan timur,” ucap Aswin yang disambut meriah peserta acara Dialog Kebangsaan yang hadir di ruang Convention Hall Sempaja Samarinda itu.

Mengenai hadirnya keputusan memilih daerah di Kalimantan Timur menjadi ibu kota negara Republik Indonesia, Kepala Bappeda Kaltim itu mengatakan apapun alasannya IKN  akan membawakan hasil, membawa daerah ini akan lebih baik.

Aswin menyinggung kondisi jalan-jalan nasional saat ini yang belum semuanya mantap. Dari uraiannya, saat ini untuk jalan berstatus nasional baru ekitar 82 persen yang boleh dibilang mantap. Selebihnya adalah rusak.

Begitu juga dengan jalan provinsi yang panjangnya ada 895 Kilometer. Menurut Aswin jalan yang bagus 28 persen, katagori sedang 46 persen, sehinggja yang disebut mantap baru sekitar 75,2 persen. Selebihnya adalah masih perlu perbaikan.

“Tapi data ini mungkin dibuat saat baru diperbaiki saja. Faktanya, sudah terjadi lagi kubangan karena jalan itu dilalui oleh kendaraan berat yang melebihi kapasitas,” ujarnya.

Menurutnya, kapasitas jalan di Kaltim dibuat hanya untuk kendaraan berkapasita 8 ton, tapi yang lewat  berukuruan berat 35 ton.

“Itu sebabkan kita sedang berjuang agar jalan-jalan di Kaltim itu bisa kokoh dilalui kendaraan berat 35 ton,” kata Aswin lagi.

Dengan datangnya pembangunan IKN, Aswin mewanti-wanti, jangan sampai pembangunan di wilayah-wilayah sekitarnya yang menjadi kawasan penyangga justru tertinggal.

“Jangan sampai IKN gemerlap, tapi di sekitarnya gelap gulita,” kata Aswin. #

Wartawan: MH/ADV/KOMINFO KALTIM

No More Posts Available.

No more pages to load.