Pasar Loa Duri Dikelola BUMDes Sepenuh Hati

oleh -196 Dilihat
Junaidi Banca, Direktur BUMDes Sepenuh Hati Desa Loa Duri Ilir. Foto: hardin

BERITAKALTIM.CO- Bincang-bincang bisnis di masa Pandemi covid-19 tidak semuanya hanya berkisah kesedihan. Seperti dialami oleh BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa) Sepenuh Hati yang didirikan oleh Pemerintahan Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

BUMdes ini termasuk yang beruntung karena warga di sana dilengkapi pasar cukup besar dengan 200 lapak. Dibangun dengan dana APBD Kabupaten Kukar dengan nama Pasar Loa Duri, pasar yang berada di Jalan Mulawarman ini termasuk yang dikelola oleh BUMDes Sepenuh Hati.

Pihak BUMDes menarik retribusi dari setiap lapak yang berjualan di situ. Satu lapak dikenakan Rp2.000 per hari, namun tidak semua lapak yang jumlahnya 200 terisi.

“Pasar itu ramainya pas hari pasar aja, yaitu hari rabu dan sabtu. Sedangkan hari-hari lain paling hanya penjual ikan dan sayur. Jadi ramainya itu pas rabu dan sabtu aja,” kata Junaidi Banca, Direktur BUMdes Sepenuh Hati, kepada wartawan Beritakaltim.co, Sabtu (13/8/2022).

Selain menarik retribusi, BUMDes juga menarik uang sewa lapak. Namun, untuk sewa lapak ini dihitung dari ramainya transaksi saja. BUMdes belum menerapkan tarif sewa bulanan atau tahunan, kuatir justru memberatkan para pedagang.

“Untuk pasar ini BUMDes menyerahkan kepada manajernya, Pak Jumadi,” ucap Junaidi.

Di Pasar Loa Duri, perdagangan belum maksimal setiap hari. Warga di sana sudah terbiasa berbelanja pada hari pasar saja, yaitu pada hari Rabu dan Sabtu. Pada hari pasar, pedagang dari berbagai penjuru datang menjajakan hasil pertanian dan peternakan. Termasuk juga kebutuhan warga lainnya seperti barang kelontongan.

“Dari unit ini sudah jalan. Juga sudah menyerap tenaga kerja. Hasilnya ya relatif saja. Nanti di ujung tahun kita buat laporannya untuk pemerintah desa sebagai pemilik saham BUMdes ini,” kata Junaidi.

Sebelumnya, Juniaidi menjelaskan unit-unit usaha lain yang sedang berjalan menjadi sumber pergerakan BUMDes mencetak laba. Pertama dari pengelolaan sampah, mulai pemungutan sampah warga sampai dengan pengumpulan limbah kardus dan plastik untuk dijual kembali. Juga usaha membuat pot bunga dari limbah ban. Sebenarnya masih ada lagi bisnis BUMDes yang masih dirintis, yaitu sektor wisata. #

No More Posts Available.

No more pages to load.