Pengusaha Kayu Kubar Melawan Gakkum KLH Kaltim

oleh -330 Dilihat
Teddy Rakhmat saat di Pengadilan Negeri Tenggarong. Foto: Hardin

BERITAKALTIM.CO- Operasi penangkapan truk kayu 19 Mei 2022 lalu oleh Balai Gakkum LHK Kaltim berbuntut panjang. Pengusaha pemilik kayu memilih melawan dengan mengajukan gugatan pra peradilan ke pengadilan.

Pemohonnya adalah Teddy Rakhmat, seorang yang bertindak selaku Kuasa Direktur CV Berkah Alam Mantar. Perusahaan yang beralamat di Kampung Muara Nyahing, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat ini mengklaim sebagai pemilik kayu yang kini ditangkap personel Balai Gakkum.

Sidang perdana semestinya berlangsung Senin 1 Agustus lalu. Namun ternyata tidak ada dari Balai Gakkum yang hadir. Karena tidak ada pihak termohon, sidang tidak dilaksanakan.

Pantauan wartawan BKTV di Pengadilan Tenggarong, terlihat hanya pihak Teddy Rakhmat yang hadir. Dia ditemani oleh kuasa hukum dari Kapojos Patanan & Associates, masing-masing Melcky Kapojos SH, Yulius Patanan SH MH dan Shinta Pratiwi SH.

Kasus ini terseret masuk pengadilan dimulai dari adanya aksi tim Balai Gakkum LHK menangkap truk dengan nomor polisi DD 8594 YE. Truk itu membawa kayu meranti dan kayu indah dari Kutai Barat sekitar 10 meter kubik.

Tiba memasuki Tenggarong Seberang menuju Samarinda, truk itu disetop petugas gakkum. Saat diminta dokumen izin, supir menunjukkan lembaran bergambar barcode yang bisa discanning di lapangan untuk mencek keasliannya.

Tapi sayang sekali, ternyata petugas Gakkum tidak bisa menscanning. Dia langsung menuding kayu itu hasil illegal logging. Truk berikut kayu dan juga STNK langsung diamankan, sedangkan supir truk tidak ditahan.

Aksi petugas Gakkum membuat pemilik kayu, Teddy Rakhmat bergerak cepat. Dia datang menemui petugas Gakkum dan bermaksud baik meluruskan masalahnya. Teddy membawa dokumen asli agar diperiksa bersama-sama apakah benar-benar asli tapi palsu/ seperti yang sebelumnya dituding petugas Gakkum.

Kubu Teddi sudah berusaha menyelesaikan masalah, tapi personel gakkum keukeuh menahan truk dan kayu yang rencananya untuk kebutuhan lokal.

Dari Pengadilan Negeri Tenggarong, Hardin/ BKTV melaporkan. #

No More Posts Available.

No more pages to load.