Rekomendasi Warga Batak Kaltim Diterima Wakil Kepala Badan Otorita IKN

oleh -507 Dilihat
Acara Dialog Kebangsaan yang digelar organisasi massa etnis Batak, KMB (Kerukunan Masyarakat Batak), menghasilkan rekomendasi yang disampaikan kepada Badan Otorita IKN. Foto: Charle

BERITAKALTIM.CO- Rektor Universitas Mulawarman yang juga sebagai Tim Ahli Transisi Otorita Ibu Kota Nusantara, Profesor Dr Masjaya mengatakan, pokok-pokok pikiran warga Batak yang dititipkan kepadanya usai acara “Dialog Kebangsaan” di Plenary Convention Hall Sempaja, sudah disampaikan kepada Wakil Kepala Badan Otorita Donny Rahajoe.

“Malam Pak Charles.  Lapor rekomendasi masyarakat batak kaltim sudah diterima langsung oleh wakil kepala Otorita IKN, bapak Donny Rahajoe di kantor otorita menara mandiri jalan Sudirman Jakarta,” tulis pesan Masjaya melalui aplikasi whatsapp kepada Charles Siahaan selaku ketua OC (organizing committe) panitia pelaksana Mubes 3 KMB Nauli.

Rekomendasi masyarakat Batak Kaltim mengenai IKN disusun dengan judul “Pokok-pokok Pemikiran Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Kaltim dalam Mensukseskan Pembangunan IKN Nusantara”. Pokok-pokok pemikiran itu itu disampaikan pada akhir acara “Dialog Kebangsaan” kepada Gubernur Kaltim melalui Kepala Bappeda Profesor Dr Ir Aswin dan kepada Rektor Unmul Profesor Dr Masjaya dalam kapasitas sebagai tim ahli transisi Badan Otorita IKN.

“Inilah pokok-pokok pikiran warga Batak Kaltim mengenai pembangunan IKN. Pada dasarnya inilah dukungan warga Batak kepada pemerintah yang mulai membangun IKN,” ucap Binsar Simangunsong yang menjadi salah satu inisiator perumus rekomendasi itu.

ACARA DIALOG KEBANGSAAN

Acara “Dialog Kebangsaan” itu sendiri berjalan sukses. Tiga pembicara hadir mewakili Pemprov Kaltim, Badan Otorita serta dari Korem 091 Aji Suryanatakusuma.

Dari Pemprov Kaltim, Gubernur diwakili oleh Kepala Bappeda Prof Dr Ir HM Aswin.  Banyak hal diurai Aswin, terutama terkait dukungan Pemprov atas gagasan pemindahan ibu kota negara.

Aswin memulai pemaparannya dengan menyampaikan profile Kalimantan Timur yang sudah terkenal sejak zaman Belanda sebagai penghasil minyak dan gas bumi, hasil hutan serta tambang batu bara. Sumber daya alam yang melimpah itu membuat Kaltim provinsi yang memberikan sumbangsih besar bagi Indonesia.

“Kalimantan Timur ini sangat terbuka. Terbukti pada hari ini digelar musyawarah besar masyarakat batak di Samarinda. Itu menunjukkan keterbukaan warga kalimantan timur,” ucap Aswin yang disambut meriah peserta acara Dialog Kebangsaan yang hadir di ruang itu.

Mengenai hadirnya keputusan memilih daerah di Kalimantan Timur menjadi ibu kota negara Republik Indonesia, Kepala Bappeda Kaltim itu mengatakan apapun alasannya IKN  akan membawakan hasil, membawa daerah ini akan lebih baik.

Aswin menyinggung kondisi jalan-jalan nasional saat ini yang belum semuanya mantap. Dari uraiannya, saat ini untuk jalan berstatus nasional baru ekitar 82 persen yang boleh dibilang mantap. Selebihnya adalah rusak.

Begitu juga dengan jalan provinsi yang panjangnya ada 895 Kilometer. Menurut Aswin jalan yang bagus 28 persen, katagori sedang 46 persen, sehinggja yang disebut mantap baru sekitar 75,2 persen. Selebihnya adalah masih perlu perbaikan.

“Tapi data ini mungkin dibuat saat baru diperbaiki saja. Faktanya, sudah terjadi lagi kubangan karena jalan itu dilalui oleh kendaraan berat yang melebihi kapasitas,” ujarnya.

Menurutnya, kapasitas jalan di Kaltim dibuat hanya untuk kendaraan berkapasita 8 ton, tapi yang lewat  berukuruan berat 35 ton.

“Itu sebabkan kita sedang berjuang agar jalan-jalan di Kaltim itu bisa kokoh dilalui kendaraan berat 35 ton,” kata Aswin lagi.

Dengan datangnya pembangunan IKN, Aswin mewanti-wanti, jangan sampai pembangunan di wilayah-wilayah sekitarnya yang menjadi kawasan penyangga justru tertinggal.

“Jangan sampai IKN gemerlap, tapi di sekitarnya gelap gulita,” kata Aswin.

Sementara Rektor Unmul Profesor Dr Masjaya yang namanya masuk dalam tim transisi Badan Otorita IKN menguraikan bagaimana kerja lembaga itu mulai bekerja. Saat ini Badan Otorita IKN sudah mulai bekerja dengan berkantor di menara mandiri jalan Sudirman Jakarta.

Hanya saja menyangkut anggaran, saat ini masih bergabung ke Sekretariat Negara yang dipimpin Mensesneg Ir Pratikno.

Namun demikian, pembangunan IKN sudah dimulai dengan pembangunan kawasan pemerintahan seperti istana presiden. Proyek tersebut sudah dilelang dan sudah ada pemenang lelangnya.

“Pembangunan IKN dilakukan bertahap. Sampai tahun 2024 ini hanya sampai kawasan pemerintahan. Dananya sebagian besar dari APBN. Sedangkan kawasan lainnya sedang dicari investor. Ada kemungkinan dari timor tengah, rusia dan sebagainya,” ucap Masjaya.

Rektor Unmul itu mengurai mengenai kebutuhan IKN saat ini maupun pada masa mendatang. Karena yang ada sekarang adalah pekerjaan besar, maka yang diperlukan adalah tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi dengan dilengkapi sertifikasi.

Masjaya sudah menelusuri tentang ketersediaan tenaga kerja ini. Selain melakukan pemetaan di kawasan Sepaku Penajam Paser Utara yang menjadi titik nol pembangunan IKN, juga mendata kemampuan BLKI (Balai Latihan Kerja Indonesia) di daerah ini.

“Kendalanya adalah, BLKI kita saat ini hanya mampu melaksanakan dua kali pelatihan. Di mana dalam setiap kali pelatihan hanya meluluskan 16 orang. Jadi hanya 42 orang setahun. Sementara untuk IKN tahun depan saja diperlukan 200 ribu orang,” kata Masjaya.

Tim ahli Badan Otorita ini mengajak warga Batak di seluruh Kaltim terlibat memikirkan hal ini. Mencari solusi agar pemenuhan tenaga kerja bisa diberikan secara maksimal oleh putra-putri Kalimantan Timur, termasuk dari warga Batak yang sudah bermukim di Kaltim.

Masjaya mendorong warga Batak juga sudah mulai mendata berapa banyak potensi warganya yang telah memiliki keahlian dan memiliki sertifikasi. Dia berharap, dari pertemuan Dialog Kebangsaan itu lahir sebuah rekomendasi, tidak hanya pokok-pokok pemikiran, tapi juga data-data sumber daya manusia dari etnis Batak dan keahliannya.

“Kalau itu sudah ada, alhamdulilah. Kalau belum ada, ya ayo kita adakan,” ajak Masjaya. #

Berikut Pokok-pokok Pemikiran Warga Batak yang tergabung dalam KMB (Kerukunan Masyarakat Batak) Kaltim:

POKOK-POKOK PEMIKIRAN KERUKUNAN MASYARAKAT BATAK (KMB) KALTIM DALAM MENSUKSESKAN PEMBANGUNAN IKN NUSANTARA

 Tujuan Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) adalah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, keadilan ekonomi dan mempersempit kesenjangan serta ingin membangun wilayah pertumbuhan baru yang akan menjadi lokomotif baru ekonomi nasional. Menyikapi rencana pemindahan IKN Nusantara, bagaimana kita memastikan agar pembangunan IKN Nusantara tidak bergeser dari tujuan ideal yang telah ditetapkan

Oleh karena itu Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Kaltim  sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Timur yang telah lama berdiam di Kalimantan Timur kami ingin menyampaikan masukan-masukan berupa Pokok-Pokok Pemikiran kami kepada para stakeholder pembangunan IKN Nusantara dimaksud.

Adapun Pokok-Pokok Pemikiran yang sudah kami rumuskan seperti di bawah ini;

  1. Aspek Ekonomi dan Sosial Budaya
  2. Dukungan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur menjadikan sebahagian wilayah Kalimantan Timur menjadi wilayah IKN Nusanatara, harus dijadikan sebagai modal utama dalam pembangunan IKN Nusantara. Modal sosial yang menciptakan situasi yang aman dan kondusif dalam pembangunan IKN ini harus dijaga dan dirawat secara terus menerus.
  3. Untuk merawat situasi yang kondusisf ini, masyarakat lokal harus diakui sebagai stakeholder dalam pembangunan IKN Nusantara, oleh karena itu masyarakat lokal dalam hal ini seluruh masyarakat Kalimantan Timur harus dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan IKN Nusantara. Hal ini dilakukan agar masyarakat Kalimantan Timur tidak merasa dijadikan sebagai penonton
  4. Pemindahan IKN ini harus memberi dampak nilai tambah yang besar bagi perekonomian Kalimantan Timur dan kesempatan kerja serta kesempatan berusaha yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Timur.
  5. Dalam memaksimalkan keterlibatan masyarakat Kalimantan Timur dalam pembangunan IKN Nusantara, program peningkatan kapasitas SDM lokal harus menjadi bagian integral dari pada pembangunan IKN tersebut. Sehingga program kegiatan pelatihan-pelatihan di berbagai sektor bagi masyarakat lokal harus dimulai sejak saat ini. Program ini dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan yang praktis/pendidikan vocasi baik teknis maupun manajerial: seperti pelatihan IT, pertanian, industri kreatif, kuliner, peternakan, perikanan, keterampilan-keterampilan ketenaga-kerjaaan, wira usaha, jasa-jasa lainnya. Hal ini penting, agar masyarakat lokal dapat mengambil peran yang besar dalam memanfaatkan peluang yang ada.
  6. Masyarakat Kalimantan Timur harus diberi kesempatan yang seluas-luasnya dengan membuka akses kepada masyarakat lokal dan diberikan perioritas sebagai pemasok kebutuhan yang ada, tentunya dengan memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan.
  7. Dalam program pemindahan IKN ini, daerah penyangga utama seperti Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten PPU, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Barat, aksesibilitas dan Infrastruktur serta sarana prasarananya harus menjadi mainstream pembangunan IKN itu sendiri.
  8. Kawasan-kawasan strategis Provinsi Kalimantan Timur seperti Kawasan Peruntukan Industri Kariangau Balikpapan, Kawasan Peruntukan Industri Buluminung Kabupaten, Kawasan Peruntukan Industri Bantuas Kota Samarinda Ketiga KPI ini diharapkan dapat segera dibangun dan dikembangkan menjadi Kawasan Industri yang dapat menarik investasi utamanya dalam menghilirisasi SDA lokal Kalimantan Timur yang berlimpah. Ketiga Kawasan ini diharapkan dapat menjadi lokomotif baru ekonomi nasional yang dapat memberi nilai tambah yang besar bagi perekonomian Kalimantan Timur.
  9. Membangun aksesibilitas menuju obyek-obyek wisata yang eksotis yang banyak di Kaltim, membangun infrastruktur dan sarana prasarana pendukung yang dibutuhkan sebagai kawasan destinasi wisata serta mengembangkan dan mengemas adat budaya masyarakat asli dengan eksotismenya.
  10. Membangun aksesibiitas yang memadai menuju ke sentra-sentra produksi di daerah penyangga yang akan menjadi pemasok kebutuhan IKN.

 

  1. Aspek Lingkungan

Kita mendukung penuh pembangunan Ibu Kota baru Nusantara di Kalimantan, namun demikian mitigasi dampak-dampak penting kepada lingkungan, sosial dan budaya penting dilakukan sejak dini.  Beberapa catatan dari KMB adalah sebagai berikut:

Bahwa pembangunan IKN dapat menimbulkan/membawa:

  1. Potensi kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap habitat spesies-spesies penting. Wilayah IKN adalah habitat penting berbagai spesies dilindungi mulai dari   Orng utan (Pongo pygmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), beruang madu (Helarctos malayanus), pesut (Orcaella brevirostris), dugong (Dugong dugon) dan lain sebagainya. Pembangunan Kawasan IKN juga sangat potensial untuk menimbulkan kerusakan lingkungan dan polusi baik pada tanah, air maupun udara.
  2. Degradasi fungsi hutan, gambut dan mangrove. Pembangunan wilayah IKN dan infrastuktur pendukung diperkirakan akan membawa dampak konversi hutan yang cukup luas, termasuk wilayah-wilayah mangrove dan gambut di didalam wilayah IKN maupun di daerah-daerah
  3. Terganggunya kondisi dan keberlanjutan tata air
  4. Tekanan terhadap kebutuhan lahan pengembangan pertanian dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan, termasuk tekanan terhadap daerah-daerah rentan seperti gambut, mangrove dan ekosistem esensial lainnya.
  5. Potensi Eksklusi masyarakat dan daerah-daerah sekitar (penyangga) ibu kota sebagai dampak dari pembangunan yang tidak integrative

Tekanan terhadap lingkungan sekitar (daerah-daerah penyangga) sebagai akibat dari pertumbuhan pesat di daerah IKN.

  1. Kami mengharapkan pembangunan Ibukota negara baru akan secara serius dan terbuka melakukan kajian-kajian yang menyeluruh dan dapat dipertanggung jawabkan terkait dampak lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya
  2. Mendorong peran serta masyarakat luas melalui proses dialog public yang luas, transparan dan inclusive, termasuk penerapan mekanisme Free Prior and Informed Consent (PADIATAPA – Persetujuan Atas Dasar informasi awal tanpa paksaan) dalam semua aspek pembangunan IKN.
  3. Memastikan kehati-hatian (prudent) dan menerapkan meknisme mitigasi untuk menghindari dampak-dampak serius dari pembangunan infrastuktur yang massive untuk memastikan pembangunan IKN ramah lingkungan dan keberlanjutan.
  4. Mendukung konsep forest city yang mengedepankan keselarasan ekologis, keanekaragaman hayati, perlindungan terhadap sumber daya, integrasi dengan kehidupan sosial dan pertumbuhan ekonomi.
  5. Mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai upaya mempertahankan kelestarian lingkungan dan mencegah perubahan iklim. Kalimantan Timur memiliki banyak potensi enerni terbarukan baik berupa air, angin, bioenergy, atau sumber-sember energi terbarukan lainnya.
  6. Menyelaraskan pembangunan IKN dengan target-target pencapaian mitigasi perubahan iklim baik secara nasional (National Determined contribution) maupun target daerah Kalimantan Timur yang sudah menandatangani perjanjian pengurangan emisi berbayar melalui Forest Carbon Partnership Facilities (FCPF).
  7. Mendorong pembangunan yang integrative Kawasan IKN dan daerah-daerah penyangga lainnya dalam pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Demikian Pokok-Pokok Pemikiran ini kami sampaikan sebagai bentuk dukungan nyata Kerukunan Masyarakat Batak Kalimantan Timur dalam mensukseskan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Besar harapan kami, ke depan tenaga-tenaga ahli dari berbagai bidang yang dimiliki Kerukunan Masyarakat Batak ini dapat terlibat dan dilibatkan para pihak sebagai bagian masyarakat lokal Kalimantan Timur yang akan mensukseskan pembangunan IKN Nusantara tercinta ini. #

No More Posts Available.

No more pages to load.