Taman Buah Lai Desa Batuah Dipertahankan untuk Konservasi

oleh -

BERITAKALTIM.CO- Pemerintahan Desa Batuah berusaha mempertahankan taman wisata Dewi Belai, meskipin di sekitarnya sudah banyak perusahaan tambang batu bara melakukan penggalian di sana.

“Saya sudah minta kepada perusahaan agar tidak memasukkan kawasan taman wisata buah lai ini ikut ditambang. Kebetulan juga pemilik kebun buah lai, Hj Nani, tidak mau juga lokasinya dijual untuk kegiatan tambang,” ujar Kepala Desa Batuah, Abd Rasyid, kepada Wartawan Beritakaltim yang menemuinya, beberapa waktu lalu.

Taman wisata buah dengan nama Dewi Belai, menjadi ikon wisata Desa Batuah yang menarik banyak orang untuk datang. Saat ini di kawasan yang letaknya sekitar 30 kilometer jalan poros Samarinda-Balikpapan itu ada 400 pohon lai yang sudah bisa dipanen. Pohon-pohon lai yang mirip dengan buah durian itu berada di areal kebun seluas 12 hektar.

“Kebun ini milik hajjah nani. Sudah generasi kedua juga. Jadi, kira-kira umum kebun lai ini sudah lebih 40 tahun,” kata Abdul Rasyid, ditemani pengeloa Dewi Belai Asnoor dan seorang penyuluh pertanian, Agus Priyono.

Dari 400 pohon yang ada di kebun itu, menurut Agus Priyono yang dijuluki warga di sana sebagai pakar pohon Lai, pada setiap musim buah, tiap pohon Lai akan menghasilkan buah sampai 200 butir. Bahkan ada yang sampai 400 buahnya.

Dengan keterangan itu, maka sekali panen buah Lai di Desa Batuah diperkirakan akan memproduksi 80 ribu buah lai. Hitungan itu berdasarkan perkalian 400 pohon Lai dikali 200 buah Lae setiap pohon.

“Ya, adanya kebun buah ini, sebenarnya juga upaya konservasi. Supaya masih ada lahan yang bukan untuk tambang,” kata Agus Priyono. #

No More Posts Available.

No more pages to load.